Penguatan Pendidikan Kesetaraan Paket C di Lapas Kotabaru sebagai Strategi Transformasi Warga Binaan Menuju Kemandirian
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 85

Sumber: Lapas Kotabaru (Dok. Istimewa)
KOTABARU, PAStime News — Lapas Kelas IIA Kotabaru terus meningkatkan program pembinaan dengan memperhatikan hak pendidikan bagi Warga Binaan.
Selain itu, di selenggarakan program Paket C sebagai pilihan pendidikan setara SMA untuk Warga Binaan.
Dengan cara ini, program ini menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan setelah masa penjara dengan lebih baik.
Selanjutnya, tujuh Warga Binaan belajar dengan semangat dan berpartisipasi aktif.
Pada kesempatan ini, materi matematika di ajarkan oleh petugas bersama peserta magang dengan cara yang interaktif.
Oleh karena itu, metode pembelajaran seperti ini membuat pemahaman lebih mudah dan meningkatkan keterlibatan semua peserta.
Di sisi lain, lingkungan belajar yang nyaman juga membantu setiap sesi berjalan dengan efektif.
Sementara itu, Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, menekankan pentingnya pendidikan dalam proses pembinaan.
“Pendidikan adalah jalan untuk berubah. Dengan program Paket C ini, kami ingin memberikan peluang bagi Warga Binaan untuk mengembangkan diri agar saat kembali ke masyarakat, mereka punya pengetahuan dan kepercayaan diri untuk hidup lebih baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, salah satu Warga Binaan yang bernama G mengungkapkan rasa terima kasih atas program ini.
“Program ini sangat bermanfaat untuk kami. Selain menambah pengetahuan, kami juga jadi lebih percaya diri untuk merencanakan masa depan setelah bebas nanti,” katanya.
Tidak hanya itu, program ini juga menekankan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Dengan kata lain, pembinaan tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada perubahan perilaku secara menyeluruh.
Sejalan dengan itu, pelaksanaan Paket C mendukung 15 Program Aksi dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.
Terutama, program ini berperan dalam memenuhi hak pendidikan dan memperbaiki kualitas pembinaan kepribadian.
Akhirnya, diharapkan Warga Binaan siap, mandiri, dan produktif saat kembali ke masyarakat.
- Penulis: Husni
