Sentuhan Persuasif di Balik Jeruji: Lapas Narkotika Karang Intan Serap Aspirasi Warga Binaan Lewat Program ‘Busapa’
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 24

Sumber : Lapas Narkotika Karang Intan (Dok. Istimewa)
Karang Intan PASTime News – Oleh karena itu, penguatan pendekatan humanis dalam proses pembinaan terus di hadirkan oleh Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan.
Sebagai langkah konkret, pejabat struktural beserta regu pengamanan menggelar program Budaya Sapa Pagi (Busapa) pada Sabtu (29/8).
Bahkan, jajaran petugas menyusuri selasar hingga masuk ke Blok A demi berinteraksi langsung dengan para warga binaan.
Selanjutnya, kegiatan yang berlangsung tertib ini di isi dengan penyampaian arahan mengenai pentingnya menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan.
Di samping itu, petugas turut mengingatkan warga binaan untuk senantiasa memahami hak, kewajiban, dan mematuhi tata tertib.
Oleh sebab itu, forum dialog terbuka sengaja dibuka agar warga binaan dapat menyampaikan pertanyaan, masukan, maupun aspirasi.
Namun demikian, interaksi langsung ini juga membantu petugas menyerap informasi faktual terkait kondisi nyata di dalam blok.
Terkait efektivitas ruang dialog persuasif tersebut, Kasubbag Tata Usaha Lapas Narkotika Karang Intan, Hutan Triwibowo, memberikan penjelasannya:
“Busapa menjadi ruang bagi kami untuk menyampaikan arahan sekaligus mendengarkan apa yang disampaikan Warga Binaan. Jadi bukan hanya petugas yang memberikan informasi, tetapi Warga Binaan juga memiliki kesempatan untuk bertanya, menyampaikan saran, maupun hal-hal yang menjadi perhatian mereka.”
Selain itu, Hutan menegaskan bahwa keterbukaan komunikasi sangat penting untuk mendeteksi serta mengevaluasi kebutuhan warga binaan secara tepat.
Berkenaan dengan harapan keberlanjutan program tersebut, Kasubbag Tata Usaha, Hutan Triwibowo, secara konsisten menambahkan:
“Kami ingin komunikasi seperti ini terus berjalan. Dengan saling mendengar, petugas dapat mengetahui hal-hal yang perlu di perhatikan, sementara Warga Binaan mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai hak, kewajiban, dan aturan yang harus di patuhi selama berada di Lapas.”
Sementara itu, antusiasme dan respons positif turut di rasakan langsung oleh penghuni blok hunian atas kehadiran para pejabat.
Terkai keterbukaan saluran komunikasi interaktif ini, salah seorang Warga Binaan, FH, menyampaikan kesannya secara terbuka:
“Kami merasa senang karena petugas datang langsung menyapa dan berdialog dengan kami. Kalau ada yang ingin di tanyakan atau di sampaikan, kami bisa langsung menyampaikannya dan mendapatkan penjelasan. Kegiatan seperti ini membuat komunikasi antara Warga Binaan dan petugas menjadi lebih terbuka.”
Oleh karena itu, kehadiran langsung petugas di area blok sekaligus menjadi sarana deteksi dini kondisi keamanan lapangan.
Pada akhirnya, inovasi Busapa sukses menjadi jembatan komunikasi yang responsif guna mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang tertib dan kondusif.
- Penulis: Husni
