Penguatan Tata Kelola Aset Lapas Tual
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 139

Penguatan Tata Kelola Aset Lapas Tual (Dok. Istimewa)
LANGGUR, PAStime News – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tual melanjutkan upaya memperkuat pengelolaan aset negara, Selasa (24/2).
Langkah tersebut di lakukan dengan bantuan dan pengawasan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Ambon.
Dengan demikian, pengelolaan barang milik negara berjalan lebih bertanggung jawab dan terbuka.
Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa administrasi dan penggunaan aset berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, pendampingan meliputi pemantauan aktivitas di unit kerja di Maluku Tenggara dan Kota Tual.
Selanjutnya, tim KPKNL memberikan bantuan terkait Standar Barang dan Standar Kebutuhan.
Oleh karena itu, penerapan pengelolaan administrasi BMN yang baik menjadi hal utama yang di evaluasi.
Di sisi lain, pembicaraan fokus pada mekanisme penghapusan barang milik negara yang dalam kondisi rusak berat.
Karena itu, aset tersebut masih terdaftar dan bisa menyebabkan masalah dalam urusan administrasi.
Kemudian, Kepala Lapas Tual, Nurchalis Nur, menyambut baik adanya pendampingan tersebut.
Ia mengatakan,
Dengan adanya koordinasi ini, masalah teknis dalam pelaporan aset di aplikasi seperti SAKTI dapat langsung dicarikan solusinya.”
Ia menambahkan,
Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan menuju tata kelola pemerintahan yang baik.”
Selanjutnya, Kepala KPKNL Ambon, Catur Setiono, menekankan pentingnya pengurusan administrasi yang tertib.
Ia menjelaskan,
Aset yang sudah rusak berat dan tidak lagi mendukung kegiatan operasional harus segera dihentikan penghapusan nya melalui mekanisme lelang atau pemusnahan.”
Dengan demikian, neraca keuangan negara tetap terjaga kebersihannya dan tetap efisien.
Lebih lanjut, petugas BMN di beri arahan untuk mengidentifikasi barang yang tidak memiliki nilai guna.
Selanjutnya, dokumen usulan penghapusan di buat dengan cara yang sah dan memiliki struktur yang rapi.
Selain itu, proses lelang non-eksekusi harus di persiapkan sebagai sumber potensi pendapatan negara berupa PNBP.
Akhirnya, kegiatan di akhiri dengan kunjungan langsung ke lokasi aset bangunan dan sarana.
Dengan demikian, data dalam anggaran tahun berjalan telah di perbarui secara menyeluruh.
- Penulis: Husni
