Menjaga Stabilitas Bangsa: Presiden Prabowo Dorong Peran Strategis NU dan Akses Pendidikan Digital
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 20

Sumber: BPMI Setpres (Dok. Istimewa)
JOMBANG, PAStime News – Secara historis, Nahdlatul Ulama (NU) senantiasa menjadi pilar utama penjaga keutuhan NKRI.
Oleh karena itu, keberadaan organisasi Islam ini sangat krusial dalam menghadapi krisis bangsa.
Dengan demikian, stabilitas nasional serta masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh peran NU.
Bahkan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan hal tersebut saat pembukaan Muktamar ke-35 NU di Jombang.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara langsung menyampaikan kutipannya:
“Nahdlatul Ulama hadir selalu dalam kejadian-kejadian bangsa ini.”
“Dalam krisis-krisis bangsa ini Nahdlatul Ulama selalu hadir,” lanjut Presiden.
“Dan Nahdlatul Ulama yang menentukan stabilitas, keamanan, perdamaian, dan masa depan bangsa Indonesia.”
Selain itu, semangat perjuangan ini sejalan dengan cita-cita luhur para pendiri NU terdahulu.
Di samping itu, Kepala Negara menekankan pentingnya menciptakan keadilan sosial serta kemakmuran rakyat.
Oleh sebab itu, kehormatan suatu bangsa sangat bergantung pada terwujudnya keadilan bagi masyarakat.
Mengenai nilai keadilan tersebut, Presiden Prabowo turut menegaskan:
“Bangsa yang terhormat adalah bangsa yang adil dan makmur.”
“Tidak ada bangsa yang dihormati kalau dia tidak makmur.”
“Dan tidak ada kemakmuran tanpa keadilan,” tegasnya.
Tidak hanya itu, pemerintah berkomitmen mempererat sinergi bersama kemitraan strategis ormas Islam.
Maka dari itu, dukungan konkret terus mengalir bagi penguatan lembaga NU, Muhammadiyah, serta pesantren.
Sehubungan dengan komitmen penguatan tersebut, Kepala Negara menyampaikan:
“Saya tidak ragu-ragu.”
“Saya berpikir terus bagaimana saya membesarkan, memperkuat, memberdayakan Nahdlatul Ulama…”
“…pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah,” tuturnya.
Lebih lanjut, sektor pendidikan juga mendapatkan perhatian utama melalui percepatan program digitalisasi sekolah.
Oleh karenanya, seluruh fasilitas pendidikan dipastikan memperoleh sarana teknologi pembelajaran digital secara merata.
Sementara itu, institusi pendidikan di bawah naungan NU akan menerima alokasi prioritas bantuan sarana.
Terkait bantuan fasilitas digital tersebut, Presiden menjelaskan perinciannya:
“Tahun yang lalu semua sekolah negeri terima satu layar, satu ruang kelas.”
“Tahun ini sekolah-sekolah negeri semuanya akan menerima tambahan tiga…”
“…tapi NU segera akan menerima langsung empat,” kata Presiden.
Dengan demikian, langkah nyata ini diharapkan sanggup mendongkrak kualitas pendidikan nasional secara berkelanjutan.
- Penulis: Husni
