Persembahyangan Odalan Purnama Kedasa di Rutan Klungkung Perkuat Pembinaan Spiritual dan Harmoni Kehidupan Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 91

Dok. Humas Rutan Klungkung (Dok. Istimewa)
KLUNGKUNG, PAStime News – Rutan Kelas IIB Klungkung mengadakan doa bersama untuk merayakan Odalan Purnama Kedasa.
Kegiatan ini berlangsung di Padmasana Rutan dengan di ikuti oleh pegawai serta Warga Binaan yang beragama Hindu.
Lebih lanjut, acara ini merupakan tanda bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, serta juga menjaga keseimbangan spiritual.
Sejak awal, suasana khusyuk sudah terasa saat acara keagamaan mulai di buka.
Acara dimulai dengan penampilan seni sakral sebagai bagian dari penyambutan spiritual.

Dok. Humas Rutan Klungkung (Dok. Istimewa)
Tari Rejang Taksu Bhuana dan Tari Topeng Arsa Wijaya di pentaskan dengan penuh makna religi.
Selanjutnya, kedua tarian itu menambah suasana sakral dan memperkuat atmosfer keagamaan.
Setelah itu, doa bersama di laksanakan dengan tertib dan penuh keseriusan.
Selain itu, kegiatan di awali dengan persembahan banten, lalu di lanjutkan dengan puja mantra bersama.
Kepala Rutan Klungkung, Alviantino Riski Satriyo, menegaskan pentingnya acara ini.
Ia mengatakan,
“Dengan melaksanakan Odalan Purnama Kedasa ini, kami berharap semua Warga Binaan dapat lebih dekat dengan Tuhan. ”
Ia juga menambahkan,
“Memperbaiki diri, serta menjalani masa pembinaan dengan lebih tenang dan penuh kesadaran. ”
Dari sisi lain, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Ida Bagus Nyoman Sanjaya Diputra, juga memiliki pendapat yang sama.
Ia menyatakan,
“Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menguatkan nilai-nilai spiritual dan memberikan ketenangan di hati. ”
Ia menambahkan,
“Sehingga mereka bisa menjalani proses pembinaan dengan lebih baik. ”
Dengan begitu, kegiatan keagamaan ini menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian yang berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan rutin ini juga memperkuat nilai moral dan kesadaran spiritual Warga Binaan.
Oleh karena itu, pelaksanaan odalan di harapkan dapat menciptakan keharmonisan di lingkungan Rutan.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjaga hubungan baik antarsesama dan dengan lingkungan sekitar.
Akhirnya, tradisi budaya Bali tetap terjaga dan memperkuat nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
- Penulis: Husni
