Pojok Baca Menjadi Sarana Utama Pembinaan Kepribadian dan Pengembangan Diri Warga Binaan Secara Berkelanjutan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 22

KOTABARU, PAStime News — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus memperkuat komitmen pembinaan kepribadian Warga Binaan.
Oleh karena itu, pengoptimalan Pojok Baca dijadikan sarana edukatif utama.
Selanjutnya, fasilitas ini memfasilitasi kegiatan membaca, belajar, serta memperluas wawasan.
Hasilnya, masa pidana dapat terisi dengan aktivitas yang jauh lebih produktif.
Selain itu, koleksi buku yang disediakan sangat beragam.
Mulai dari materi keagamaan, pengetahuan umum, hingga keterampilan praktis tersedia di sana.
Bahkan, berbagai buku motivasi turut disajikan untuk mendukung pengembangan diri.
Dengan demikian, Warga Binaan dapat memanfaatkan ruang tersebut secara maksimal setiap hari.
Di sisi lain, keberadaan fasilitas ini bertujuan menciptakan lingkungan yang kondusif.
Sebab, kebiasaan membaca mampu membentuk pola pikir yang lebih positif.
Bahkan, literasi dipercaya dapat memicu kesadaran untuk melakukan transformasi personal.
Akibatnya, proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan menjadi jauh lebih efektif.
Terkait hal tersebut, Kepala Lapas Kotabaru, Imam Sapto Riadi, memberikan penegasan khusus.
“Kami ingin Pojok Baca ini benar-benar dimanfaatkan oleh Warga Binaan. Membaca bukan hanya untuk mengisi waktu, tetapi kesempatan untuk menambah pengetahuan, membuka wawasan, dan membangun pola pikir yang lebih baik. Kami akan terus mendorong kegiatan pembinaan yang memberikan manfaat bagi mereka,” tegasnya pada Sabtu (22/8).
Sementara itu, dampak positif fasilitas ini dirasakan langsung oleh penghuni Lapas.
Salah seorang Warga Binaan berinisial G menyampaikan kesannya.
“Saya bisa mengisi waktu dengan membaca dan mendapatkan banyak pengetahuan baru. Buku-buku yang tersedia juga memberikan motivasi untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, Lapas Kotabaru berkomitmen mempertahankan program pembinaan yang berorientasi pada kemajuan personal.
Sehingga, budaya literasi diharapkan menjadi sarana perubahan perilaku yang nyata.
Pada akhirnya, pengetahuan yang diperoleh akan menjadi bekal berharga saat kembali ke masyarakat.
- Penulis: Husni
