Presiden Prabowo Tiba Kembali di Tanah Air Usai Memperkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia di Vladivostok
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 25

Sumber: BPMI Setpres (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah secara resmi tiba kembali di Tanah Air pada Jumat dini hari.
Sebelumnya, beliau berhasil merampungkan seluruh rangkaian agenda kunjungan kerja diplomatik di Vladivostok, Rusia.
Maka dari itu, kepulangan beliau menandai keberhasilan diplomasi ekonomi Indonesia pada tingkat internasional.
Selanjutnya, kedatangan Presiden Prabowo memenuhi undangan resmi dari Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin.
Oleh sebab itu, beliau hadir sebagai tamu kehormatan utama dalam forum ekonomi bergengsi Eastern Economic Forum (EEF) ke-11.
Acara strategis tersebut diselenggarakan di kampus ternama Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok.
Kemudian, pesawat kepresidenan mendarat sempurna di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada pukul 03.00 WIB.
Seketika itu, jajaran pejabat tinggi negara langsung menyambut kedatangan Presiden di bawah tangga pesawat.
Di antaranya, hadir Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Selain itu, selama kunjungan di Vladivostok, Presiden Prabowo melaksanakan dialog bilateral bersama Presiden Vladimir Putin.
Bahkan, Presiden Putin menegaskan bahwa Indonesia merupakan mitra paling kunci bagi Rusia di Asia Pasifik.
Di samping itu, Presiden Prabowo turut menyampaikan pidato kehormatan di hadapan para Pemimpin Dunia dan pelaku usaha.
Oleh karena itu, beliau memaparkan pandangan strategis Indonesia mengenai peluang kerja sama ekonomi Eurasia.
Lebih lanjut, pesan kunci Presiden menekankan integrasi kawasan Pasifik sebagai penghubung ekonomi yang sangat potensial.
Sehubungan dengan hal tersebut, Presiden Prabowo menegaskan:
“Samudra Pasifik tidak memisahkan kita. Samudra Pasifik menghubungkan kita. Ia bukanlah tembok di antara kita. Ia harus menjadi jalan raya antara dua perekonomian kita.”
Dengan demikian, kunjungan ini mempertegas komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, dan konektivitas.
Oleh karena itu, seluruh rombongan presiden segera terbang kembali ke Indonesia setelah agenda usai.
Adapun, jajaran menteri kabinet mendampingi penerbangan beliau, seperti Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menlu Sugiono.
Serta, hadir pula Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi Rosan Roeslani, dan Seskab Teddy Indra Wijaya.
Akhirnya, misi diplomatik ini resmi berakhir dengan membawa hasil konkret bagi kemajuan ekonomi nasional.
Sumber: BPMI Setpres/presidenri.go.id
- Penulis: Husni
