Pramono Anung Terpilih Wakil Ketua C40 Cities, Jakarta Perkuat Diplomasi dan Kepemimpinan Iklim Global
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 62

Sumber: Pemprov DKI Jakarta (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah di pilih sebagai Wakil Ketua Panitia Pengarah C40 Cities.
Dengan hal ini, Jakarta semakin menunjukkan perannya sebagai pemimpin dalam tindakan iklim di wilayah ESEAO.
Selain itu, jabatan ini memperkuat reputasi Jakarta sebagai kota besar yang aktif menghadapi masalah lingkungan global.
Pramono menyatakan bahwa komitmen iklim Jakarta direalisasikan melalui tindakan nyata yang melibatkan berbagai sektor.
“Sebagai Wakil Ketua Panitia Pengarah C40, Jakarta terus memperkuat posisinya sebagai kota internasional,” kata Pramono, Kamis (21/5).
Ia juga menekankan betapa pentingnya kepemimpinan bersama untuk mencapai target emisi nol yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama Daerah Setda Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi, melihat penunjukan ini sebagai penguatan diplomasi internasional Jakarta.
Dewi berpendapat bahwa kepercayaan ini merupakan pengakuan internasional terhadap kontribusi Jakarta dalam menghadapi isu iklim dan pembangunan yang berkelanjutan.
“Kepercayaan yang di berikan kepada Gubernur Pramono Anung menggambarkan pengakuan dunia terhadap peran Jakarta,” ungkap Dewi.
Selanjutnya, Pramono akan mewakili suara wilayah ESEAO dalam forum internasional bersama gubernur dan wali kota dari berbagai negara.
Oleh karena itu, Jakarta di harapkan dapat mempercepat kerja sama dalam membangun kota yang tangguh, inklusif, dan adil.
Di sisi lain, C40 Cities adalah jaringan hampir 100 kota besar di dunia yang berfokus untuk mengatasi krisis iklim.
Bahkan, kota anggota C40 meliputi lebih dari 700 juta penduduk dan seperempat dari perekonomian dunia.
Jakarta terus mendukung berbagai program strategis untuk promosi pembangunan berkelanjutan.
Pertama, ada transformasi mobilitas ramah lingkungan melalui elektrifikasi armada TransJakarta dan pengintegrasian transportasi rel.
Selanjutnya, ketahanan terhadap banjir diperkuat dengan peremajaan pengelolaan air dan perlindungan kawasan pesisir.
Selain itu, transisi energi yang adil juga semakin di dorong dengan pemanfaatan energi terbarukan untuk infrastruktur publik.
Tidak hanya itu, posisi baru Jakarta di anggap membuka kesempatan untuk investasi hijau dan akses pendanaan internasional.
Dengan visibilitas yang meningkat secara global, Jakarta juga memiliki peluang lebih besar untuk menarik lebih banyak mitra dalam pembangunan berkelanjutan.
Terakhir, keterlibatan Jakarta dalam Panitia Pengarah memungkinkan sudut pandang kota berkembang untuk di integrasikan ke dalam kebijakan iklim global.
- Penulis: Husni
