Percepatan Tanggap Darurat Gempa NTT: Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Dana Kemasyarakatan Rp200 Miliar
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 17

Sumber: BPMI Setpres (Dok. Istimewa)
NAGEKEO, PAStime News — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyalurkan bantuan kemasyarakatan senilai Rp200 miliar.
Langkah strategis ini diambil guna mempercepat penanganan pascabencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Rinciannya, Pemerintah Provinsi NTT menerima alokasi dana penanggulangan bencana sebesar Rp40 miliar.
Sementara itu, sisa dana Rp160 miliar dibagikan secara merata kepada delapan kabupaten terdampak.
Delapan wilayah penerima mencakup Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur.
Selanjutnya, Presiden Prabowo menegaskan agar seluruh dana dimanfaatkan secara tepat sasaran demi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto mengonfirmasi penerimaan dana oleh pemerintah daerah.
“Untung Pak Presiden memberikan bantuan 20 miliar itu, sehingga itu sangat membantu pada pemerintah daerah,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal Suharyanto.
Kemudian, ia menambahkan bahwa penggunaan alokasi anggaran tersebut wajib dikhususkan untuk kebutuhan darurat bencana.
“Sudah sampai, kami juga sudah sampaikan ke Bupati, bantuan itu tidak boleh digunakan hal yang lain kecuali untuk menangani bencana,” tegas Suharyanto.
Di samping itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi dukungan finansial dari pemerintah pusat.
Sebab, alokasi tersebut mempermudah mobilisasi bantuan serta pemenuhan kebutuhan mendesak bagi para pengungsi.
“Terima kasih Bapak Presiden sudah mendapatkan bantuan. Semua kabupaten di Pulau Flores ini mendapatkan Rp20 miliar dan provinsi Rp40 miliar, itu sangat membantu kami untuk menggerakkan lebih maksimal lagi biar bisa bantu pengungsi,” ungkap Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.
Lebih lanjut, Kepala Negara mendorong pembentukan lumbung logistik cadangan di setiap daerah guna mengantisipasi keadaan darurat.
Bahkan, pemerintah pusat siap memfasilitasi penyediaan gudang pasokan pangan apabila pemda belum dapat menyediakannya secara mandiri.
“Berarti kita bantu tiap provinsi biar gubernur mempunyai gudang dan persiapan makanan sama juga dengan bupati. Seharusnya sebetulnya juga memang demikian. Para bupati, gubernur harusnya juga sudah punya lumbung-lumbung cadangan, tapi ya sudah kalau mereka mungkin belum berinisiatif kita lakukan,” ujar Presiden Prabowo Subianto.
Oleh karena itu, kombinasi bantuan dana serta penguatan cadangan logistik diharapkan mampu mempercepat pemulihan NTT.
Akhirnya, skema komprehensif ini dirancang untuk mewujudkan sistem mitigasi bencana yang jauh lebih tangguh di masa depan.
Sumber: BPMI Setpres/presidenri.go.id
- Penulis: Husni
