Presiden Prabowo Targetkan Perbaikan Sekolah Nasional Tuntas 2028
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 73

Sumber: BPMI Setpres (Dok. Istimewa)
CILACAP, PAStime News – Pertama-tama, Presiden Prabowo Subianto menegaskan niat untuk meningkatkan fasilitas pendidikan di seluruh negeri.
Pernyataan ini di sampaikan setelah mengunjungi SMAN 1 Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (29/4/2026).
Presiden juga menyampaikan keyakinan bahwa perbaikan semua sekolah bisa di lakukan secara bertahap sampai tahun 2028.
Ia berharap,
“Saya ingin semua sekolah rampung pada tahun 2028. “
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jumlah sekolah di Indonesia mencapai sekitar 288 ribu.
Ia menambahkan,
“Tahun ini 87 ribu sekolah sudah selesai, sisanya akan di lakukan bertahap hingga 2028. “
Namun, pemerintah tidak hanya akan memperbaiki bangunan sekolah secara fisik.
Sebaliknya, Presiden menekankan pentingnya meningkatkan kualitas pengajaran dengan menggunakan teknologi digital di dalam kelas.
Ia menyampaikan,
“Saya tidak ingin berhenti di sini, kita harus meningkatkan kualitas. “
Selain itu, ia menargetkan agar semua ruang kelas di lengkapi dengan layar digital dan konsep ruang kelas cerdas.
Selanjutnya, Presiden menyebutkan kebutuhan untuk menambahkan perangkat pembelajaran digital di setiap sekolah.
Ia menjelaskan,
“Target kita adalah setiap sekolah harus memiliki tambahan tiga hingga empat perangkat lagi. “
Dengan cara ini, proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan materi bisa diakses berulang kali oleh siswa dan guru.
Kemudian, pemerintah juga merencanakan pengembangan studio pembelajaran yang akan terpusat di Jakarta.
Studio ini akan menghadirkan pengajar terbaik, termasuk penutur asli dari bahasa asing.
Ia menyatakan,
“Kita akan mengundang pembicara asli untuk mengajar bahasa Inggris dan Mandarin. “
Di samping itu, kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa siswa sejak tingkat pendidikan dasar.
Oleh sebab itu, di harapkan penguasaan bahasa asing menjadi salah satu keterampilan utama bagi generasi muda Indonesia.
Akhirnya, langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat global.
Dengan demikian, transformasi pendidikan di lakukan melalui teknologi, penguatan karakter, dan dukungan dari tenaga pengajar yang berkualitas.
Sumber: BPMI Setpres/presideri.go.id
- Penulis: Husni
