Produksi Keripik Usus Lapas Kotabaru Meningkat
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 103

Dok. Lapas Kotabaru (Dok. Istimewa)
KOTABARU, PAStime News — Menjelang Idulfitri, kegiatan pelatihan di Lapas Kotabaru semakin gencar. Selain itu, produksi keripik usus mengalami peningkatan yang signifikan.
Oleh sebab itu, program pelatihan untuk kemandirian terus ditingkatkan secara terus-menerus. Dengan cara ini, Warga Binaan juga berpartisipasi dalam kegiatan yang produktif.
Bersamaan dengan meningkatnya permintaan, produksi keripik usus terus bertambah. Terutama, momen Idulfitri menambah ketertarikan masyarakat.
Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, melihat keadaan ini sebagai tanda yang baik. “Produksi keripik usus adalah contoh nyata dari pelatihan yang berbasis keterampilan,” katanya.
Dia juga menekankan bahwa program ini berfokus pada apa yang dibutuhkan oleh pasar.
“Tingginya permintaan menunjukkan bahwa produk Warga Binaan dapat bersaing,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan yang berinisial M menyatakan rasa bangganya. Namun, ia juga menganggap kegiatan ini sebagai kesempatan untuk belajar.
“Kami senang jika hasil kerja kami diminati, terutama saat Lebaran,” katanya.
Dia juga menambahkan bahwa hal ini memotivasi mereka untuk meningkatkan kualitas.
Lebih lanjut, kegiatan ini merupakan bagian dari Program Aksi Tahun 2026. Dengan ini, penguatan produk UMKM hasil pelatihan terus di dorong.
Tidak hanya itu, keripik usus juga memiliki nilai ekonomi yang baik. Selain sebagai latihan, produk ini juga membantu kemandirian Warga Binaan.
Karena itu, pelatihan tidak hanya berfokus pada masa hukuman. Sebaliknya, program ini di arahkan untuk mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat.
Dengan adanya kegiatan ini, keterampilan Warga Binaan semakin meningkat. Selain itu, produk UMKM yang di hasilkan menjadi lebih bersaing.
Akhirnya, Lapas Kotabaru berharap program ini dapat berlanjut. Dengan demikian, Warga Binaan memiliki kemampuan untuk produktif setelah mereka bebas.
- Penulis: Husni
