Sinergi Rutan Majene dan Pemkab Pacu Ketahanan Pangan Melalui Agribisnis Cabai di Lahan Edukasi
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 31

Sumber: Rutan Majene (Dok. Istimewa)
MAJENE, PAStime News — Langkah konkret swasembada pangan kini diwujudkan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Majene.
Oleh karena itu, instansi ini resmi mengoptimalkan Sarana Asimilasi dan Edukasi melalui penanaman 2.000 bibit cabai, Selasa (11/8).
Selanjutnya, momentum strategis tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele, beserta jajaran pemerintah daerah setempat.
Secara bersamaan, penanaman simbolis dilaksanakan sebagai bentuk implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan pada sektor pangan.
Di samping itu, Kepala Rutan Majene, Christy Jozef Thenu, menegaskan esensi pemberdayaan narapidana lewat tata kelola agribisnis berkesinambungan.
“Pemanfaatan lahan SAE ini tidak hanya berorientasi pada hasil pertanian, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi Warga Binaan. Melalui kegiatan pertanian, mereka dapat memperoleh keterampilan yang nantinya dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Christy.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Majene memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Rutan dalam menciptakan lahan produktif bernilai ganda.
“Pemerintah Kabupaten Majene tentu sangat mendukung kegiatan seperti ini. Pemanfaatan lahan untuk penanaman cabai merupakan langkah positif yang dapat memberikan manfaat, baik dalam mendukung ketahanan pangan maupun dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan di bidang pertanian,” ungkap Andi Achmad Syukri Tammalele.
Lebih lanjut, keterlibatan warga binaan ditekankan sebagai fokus utama dalam seluruh tahapan operasional budidaya tanaman hortikultura ini.
Terkait hal itu, Pembina Kemandirian Rutan Majene, Munardi Sakti, memaparkan perincian teknis pembinaan vokasional yang akan dijalankan.
“Penanaman 2.000 pohon cabai ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang kami laksanakan. Warga Binaan nantinya akan dilibatkan dalam proses pemeliharaan, seperti penyiraman, pemupukan, pengendalian hama, hingga perawatan tanaman sampai masa panen,” jelas Munardi.
Pada akhirnya, seluruh rangkaian agenda penanaman bibit berlangsung secara tertib, aman, kondusif, dan penuh antusiasme.
Sebagai kesimpulan, program ini berhasil memperkokoh kolaborasi Rutan dan Pemkab demi terwujudnya kemandirian terpadu narapidana.
- Penulis: Husni
