Seskab Teddy dan Mensos Bahas BLT Pengungsi, Ini Rincian Bantuan yang Diterima
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 155

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya (kanan) dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kiri) di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu (24/12/2025) berdiskusi membahas penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) terutama untuk para pengungsi banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Foto : Sekretariat Kabinet.
PAStime News, JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf membahas penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pembahasan tersebut berlangsung di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu (24/12), sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan dan pemulihan bagi para pengungsi akibat bencana.
Seskab Teddy menjelaskan bahwa setiap keluarga terdampak atau mengungsi akan menerima BLT minimal sebesar Rp8 juta per kepala keluarga, yang terdiri atas bantuan isian rumah sebesar Rp3 juta dan bantuan pemulihan ekonomi sebesar Rp5 juta.
“Bagi saudara kita di Sumatera, setiap keluarga yang terdampak atau mengungsi akan mendapat minimal Rp8 juta. Bantuan tersebut di luar bantuan beras 10 kilogram per bulan, uang lauk pauk Rp300.000 sampai dengan Rp450.000 per bulan, pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, serta uang tunggu hunian sebesar Rp600.000,” ujar Seskab Teddy saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
Selain BLT bagi pengungsi, pemerintah juga menyalurkan santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan longsor, yakni sebesar Rp15 juta, serta Rp5 juta bagi korban yang mengalami luka-luka berat.
“Seluruh dana santunan akan disalurkan langsung oleh Kementerian Sosial berdasarkan data dan persetujuan dari masing-masing bupati atau wali kota setempat,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, Seskab Teddy dan Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul juga membahas penyaluran bantuan sosial lainnya bagi masyarakat secara nasional. Pemerintah menyiapkan BLT reguler sebesar Rp200.000 per bulan, serta BLT tambahan selama tiga bulan dengan total Rp900.000 per kepala keluarga.
Jumlah penerima bantuan langsung tunai tersebut mencapai 35 juta kepala keluarga atau setara dengan sekitar 120 juta jiwa di seluruh Indonesia.
“Bantuan langsung tunai dipastikan harus diterima masyarakat secara tepat sasaran dan cepat,” tegas Seskab Teddy.
Pemerintah terus mengoordinasikan langkah-langkah penyaluran bantuan agar berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana, sekaligus menjaga daya beli dan ketahanan sosial masyarakat di tengah situasi darurat.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
