Smart Hygiene Booklet Dorong Literasi Kesehatan Warga Binaan Lapas Perempuan Malang
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 75

Sumber: Lapas Perempuan Malang (Dok. Istimewa)
MALANG, PAStime News – Dalam upaya berkelanjutan, Lapas Perempuan Kelas IIA Malang terus meningkatkan standar kesehatan bagi penghuni.
Selain itu, inovasi terbaru berupa Buku Kebersihan Pintar mulai di terapkan secara teratur.
Lebih jauh, media ini bertujuan untuk mencegah penyakit kurap di lingkungan tempat tinggal bersama.
Di sisi lain, program ini hasil kerjasama antara tim medis dan peserta magang yang peduli dengan kebersihan.
Dengan demikian, kerjasama ini memperkuat cara edukasi berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.
Buku tersebut juga dirancang dengan gambar menarik dan bahasa yang mudah dimengerti agar semua orang bisa memahaminya.
Oleh karena itu, penyampaian info kesehatan menjadi lebih efektif dan mudah diakses oleh semua Warga Binaan.
Selanjutnya, pendekatan ini di harapkan dapat meningkatkan kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kebersihan pribadi.
Tidak hanya itu, upaya ini juga membantu dalam mendeteksi lebih awal penyebaran penyakit kulit dengan pendidikan yang berkelanjutan.
Kemudian, sesi pelatihan di lakukan secara interaktif dan mendapat sambutan positif dari para peserta.
Bahkan, Warga Binaan mendapatkan penjelasan langsung tentang apa yang menyebabkan, bagaimana penyebarannya, dan cara mencegahnya sendiri.

Sumber: Lapas Perempuan Malang (Dok. Istimewa)
Dengan demikian, kombinasi antara visual yang kuat dan interaksi dua arah dianggap sangat berhasil.
Selain itu, pesan tentang pentingnya hidup bersih dan sehat tersampaikan dengan lebih baik.
Sementara itu, perawat senior Monic menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Ia berpendapat bahwa media edukasi harus disertai dengan perubahan perilaku yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan saling meminjam pakaian atau alat mandi, karena itu bisa menjadi cara penyebaran penyakit. Rutin jemur perlengkapan tidur untuk mengurangi kelembapan yang bisa menyebabkan jamur,” jelas Monic.
Lebih jauh, ia menganggap faktor lingkungan dan kebiasaan sehari-hari adalah kunci pencegahan utama.
Di sisi lain, perawat Ade Nina juga menekankan pentingnya disiplin dalam menjaga kesehatan tubuh.
Menurutnya, keberhasilan pencegahan sangat tergantung pada konsistensi masing-masing individu.
“Poin utama untuk mencegah penyakit kulit adalah disiplin dalam menjaga kebersihan tubuh dan mengatur pola makan. Kami juga menganjurkan agar Warga Binaan rutin minum air putih yang cukup dan meluangkan waktu setidaknya 15 menit setiap hari untuk berolahraga agar daya tahan tubuh tetap kuat,” ucapnya.
Akhirnya, dengan buku dan pendampingan yang intensif, diharapkan mandiri kesehatan Warga Binaan dapat meningkat.
Dengan demikian, lingkungan yang sehat akan mendukung proses pembinaan yang lebih baik dan berkelanjutan.
- Penulis: Husni
