Tingkatkan Budaya Literasi: Lapas Kelas III Wahai Gandeng Peserta MagangHub Optimalkan Pembinaan Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 21

Sumber : Lapas wahai ( Dok. Istimewa )
WAHAI, PASTime News — Lapas Kelas III Wahai terus mendorong peningkatan minat baca dan budaya literasi bagi seluruh Warga Binaan.
Selanjutnya, kegiatan literasi ini di laksanakan di beranda lapas bersama peserta program MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Dalam pada itu, program ini di fungsikan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian untuk mengisi waktu dengan hal yang positif.
Oleh karena itu, berbagai koleksi buku keagamaan, pengetahuan umum, pendidikan, hingga motivasi disediakan bagi para Warga Binaan.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, Usman Bakri, menekankan pentingnya pembinaan literasi yang di kemas secara interaktif.
“Kami terus mendorong Warga Binaan untuk memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang positif, salah satunya melalui kegiatan membaca. Kami juga mengapresiasi kehadiran peserta MagangHub yang turut aktif membantu dan mengemas kegiatan literasi ini menjadi lebih menarik. Kami berharap kegiatan ini memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk belajar dan menambah wawasan,” ujarnya.
Bahkan, Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, berharap dukungan penuh peserta magang dapat menjadikan agenda ini kegiatan rutin.
“Kami berupaya menjadikan kegiatan literasi sebagai kegiatan yang rutin dan bermanfaat. Kolaborasi bersama peserta MagangHub sangat membantu kami dalam mendampingi Warga Binaan. Dengan membaca, Warga Binaan memperoleh pengetahuan baru, mengembangkan pola pikir, dan mengisi waktu dengan kegiatan positif,” ungkap La Joi.
Sejalan dengan hal tersebut, peserta MagangHub, Alex Sandro Tomio, menyatakan rasa bangga dapat berkontribusi mendampingi proses belajar ini.
“Melihat antusiasme Warga Binaan yang begitu tinggi untuk membaca dan belajar membuat kami makin semangat untuk terus mendampingi dan membantu menyediakan bahan bacaan yang bermanfaat bagi mereka,” katanya.
Di samping itu, seorang Warga Binaan berinisial BR turut menyampaikan kegembiraannya atas bimbingan ramah dari para peserta magang.
“Selain mengisi waktu luang, saya juga bisa mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru. Teman-teman peserta magang juga sangat ramah dalam mendampingi kami,” tutur BR.
Oleh sebab itu, sinergi edukatif ini di harapkan dapat membentuk kebiasaan positif sebagai bekal reintegrasi sosial Warga Binaan.
Pada akhirnya, Lapas Wahai berkomitmen terus menciptakan iklim pembinaan kondusif yang mendorong pengembangan potensi diri para penghuni.
- Penulis: Husni
