Perpustakaan Lapas Piru Jadi Ruang Transformasi: Warga Binaan Semakin Rajin Membaca
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 16

PAStime News, PIRU – Suasana hening dan penuh konsentrasi tampak di perpustakaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru pada Rabu (3/12). Sejumlah Warga Binaan terlihat serius membaca berbagai koleksi buku yang tersusun rapi di rak perpustakaan, mulai dari buku motivasi, sejarah, pengembangan diri, hingga literatur keagamaan. Aktivitas ini menjadi wujud nyata upaya Lapas Piru dalam menumbuhkan budaya literasi sebagai bagian integral dari program pembinaan.
Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menyampaikan bahwa perpustakaan memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir dan meningkatkan kualitas diri Warga Binaan.
“Kami menghadirkan perpustakaan yang nyaman dengan koleksi buku yang selalu kami perbarui. Tujuannya sederhana, namun berdampak besar: membantu Warga Binaan belajar, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat. Membaca adalah kegiatan kecil yang dapat membawa perubahan besar,” ujarnya.
Salah satu Warga Binaan, Hamis, yang tengah membaca buku pengembangan diri, mengakui bahwa kehadiran perpustakaan memberi nilai tambah besar bagi dirinya.
“Perpustakaan ini sangat membantu saya belajar hal baru. Dengan membaca, saya bisa memahami diri sendiri, belajar memperbaiki sikap, dan mulai memikirkan masa depan dengan lebih jelas,” ungkapnya.
Program literasi di Lapas Piru tidak hanya menjadi sarana mengisi waktu, tetapi juga ruang bagi Warga Binaan untuk membangun harapan serta semangat baru. Kegiatan membaca dinilai efektif membantu mereka tetap produktif, mengurangi kejenuhan, dan memperkuat mentalitas positif selama menjalani masa pembinaan.
Di tengah lingkungan Pemasyarakatan yang penuh tantangan, perpustakaan menjadi ruang aman yang menghadirkan ketenangan dan refleksi diri. Setiap halaman buku yang dibaca para Warga Binaan merupakan langkah kecil menuju transformasi diri — langkah yang terus dirawat dan dihargai sebagai bagian penting dari pembinaan manusia di Lapas Piru.
Dengan berjalannya kegiatan literasi secara konsisten, Lapas Piru berharap budaya membaca semakin berkembang dan mampu memberikan dampak positif jangka panjang bagi Warga Binaan, baik selama menjalani masa hukuman maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
