Terobosan Inovatif Lapas Kelas III Wahai: Program SAPA-BINA Jemput Bola Hadirkan Layanan Kesehatan Humanis dan Setara Bagi Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 29

Sumber: Lapas Wahai (Dok. Istimewa)
WAHAI, PAStime News — Oleh karena itu, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Wahai secara konsisten membuktikan komitmen pelayanan hak dasar warga binaan.
Selanjutnya, lembaga ini menggandeng Puskesmas Perawatan Wahai guna menggelar pemeriksaan kesehatan berkala melalui program SAPA-BINA.
Berbeda dari biasanya, skema pelayanan inovatif tersebut menerapkan konsep jemput bola secara menyeluruh di lokasi.
Akibatnya, tim medis gabungan secara proaktif mendatangi langsung seluruh kamar hunian untuk melakukan skrining kesehatan.
Kemudian, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan kewajiban pemenuhan hak pelayanan medis yang layak.
Menurut Tersih Victor Noya,
“Program SAPA-BINA adalah wujud tekad kami mengubah layanan pasif menjadi aktif.”
Bahkan, beliau menuturkan,
“Walaupun sedang menjalani masa pidana, hak dasar pelayanan medis setara tidak boleh terabaikan.”
Oleh sebab itu, beliau mengajak warga binaan memanfaatkan fasilitas skrining kesehatan tersebut secara maksimal.
Sebab, deteksi dini penyakit fisik dinilai sangat krusial guna penanganan medis berlanjut dengan tepat.
Di samping itu, Kepala Puskesmas Perawatan Wahai, Sri Diana Makatita, memberikan dukungan penuh pada kolaborasi tersebut.
Menurut Sri Diana Makatita,
“Kami sangat mendukung penuh inovasi SAPA-BINA ini sebagai langkah deteksi dini.”
Berdasarkan hal tersebut, pemeriksaan langsung memastikan warga binaan memperoleh hak medis secara cepat dan manusiawi.
Sementara itu, rangkaian kegiatan mencakup pemeriksaan penyakit, tekanan darah, gula darah, serta pembagian vitamin gratis.
Dengan demikian, seluruh warga binaan mendapatkan akses kesehatan holistik tanpa terkecuali di dalam kamar.
Selanjutnya, seorang warga binaan berinisial RB mengapresiasi tinggi kepedulian petugas medis yang hadir langsung.
Menurut RB,
“Kami merasa sangat diperhatikan karena petugas medis dan Lapas mau datang langsung mengecek kondisi.”
Selain itu, beliau menambahkan,
“Dengan tubuh sehat, kami bisa fokus dan maksimal mengikuti program pembinaan.”
Akhirnya, sinergi berkelanjutan ini mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, humanis, responsif, serta aman.
- Penulis: Husni
