Transformasi Inklusif: Alfamidi Beri Kesempatan Karir Terbaik untuk 327 Pekerja Disabilitas
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 42

PAStime News, TANGERANG – PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan setara bagi seluruh karyawan. Tahun ini, perusahaan resmi memberikan kenaikan jenjang karir kepada 248 pekerja disabilitas dari total 327 karyawan Alfability yang bekerja di berbagai unit Alfamidi.
Human Capital General Manager Alfamidi, Christiana Windarsih, menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk berkarya dan berkembang di dunia kerja.
“Kami memastikan seluruh pekerja disabilitas mendapatkan kesempatan jenjang karir yang setara. Alfamidi ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukan hambatan untuk berprestasi,” ujar Christiana.
Sejak 2019, Alfamidi berkomitmen membuka ruang lebih luas bagi pekerja disabilitas sebagai implementasi dari UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Saat ini, perusahaan mempekerjakan berbagai ragam disabilitas, terdiri dari:
-
41 tunanetra parsial
-
59 tunarungu
-
6 tunagrahita
-
160 tunadaksa
-
8 tunawicara
-
53 disabilitas ganda
Dengan jumlah tersebut, Alfamidi telah melampaui kuota 1% karyawan disabilitas dari total 30.000 lebih karyawan.
Christiana menegaskan bahwa pekerja disabilitas diposisikan sebagai mitra kerja setara, didukung pelatihan internal seperti pelatihan bahasa isyarat demi memperlancar komunikasi antarkaryawan. Untuk memudahkan konsumen, karyawan disabilitas juga menggunakan seragam atau pin khusus agar keberadaan mereka mudah dikenali.
“Ruang inklusi tidak hanya meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga memperkuat budaya kerja yang menghargai keberagaman dan kesetaraan,” tambahnya.
Kisah Inspiratif dari Pekerja Alfability
Salah satu penyandang tunarungu, Royan Wahyu, yang bergabung sejak 2022, mengaku bersyukur bisa mendapatkan kesempatan bekerja setelah sebelumnya menjadi ojek online.
“Saya senang bekerja di retail dan mendapatkan hak yang sama. Sekarang saya juga sedang kuliah Akuntansi di Universitas Terbuka sejak 2023, berharap bisa meraih gelar S1 untuk karir yang lebih baik,” ungkap Royan melalui bahasa isyarat.
Cerita lain datang dari Indu Rahma, penyandang tunanetra parsial yang bergabung di Alfamidi sejak 2019 dan kini telah menjabat sebagai Wakil Kepala Toko.
“Dulu orang tua khawatir saya tidak bisa bekerja karena kekurangan. Sekarang semua kekhawatiran itu terobati. Kami berharap Alfamidi terus membuka lebih banyak peluang bagi penyandang disabilitas,” ujar Indu.
Dengan berbagai langkah ini, Alfamidi menegaskan posisinya sebagai perusahaan retail yang terus mendorong lingkungan kerja inklusif, berkesetaraan, dan ramah bagi seluruh pekerja, termasuk penyandang disabilitas.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
