WBP Rutan Ambon Rancang Huruf Stainless untuk Papan Nama Kantor
- account_circle mamang
- calendar_month
- visibility 108

Rutan Ambon memperkuat komitmen pembinaan dengan program pengembangan keterampilan untuk warga binaan pemasyarakatan. (Dok: Humas Rutan Ambon)
PAStime News, Ambon – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus memperkuat komitmennya dalam pembinaan. Ini tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga dalam pengembangan keterampilan dan kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Sebagai bentuk nyata, para WBP merancang dan mengerjakan huruf-huruf dari bahan besi stainless untuk papan nama kantor Rutan. Mereka mengerjakan proyek ini selama beberapa hari, setelah mengikuti program pelatihan pertukangan logam yang rutin di laksanakan.
Dalam pengerjaan tersebut, para WBP merancang sendiri huruf, memotong bahan, membentuk, hingga menghaluskan besi stainless agar tampil rapi dan profesional. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang dijalankan Rutan Ambon secara berkelanjutan.
Kepala Rutan Ambon, Ferdika Canra, menyampaikan bahwa pihaknya merancang kegiatan ini. Tujuannya adalah untuk menanamkan nilai tanggung jawab, membangun rasa percaya diri, serta menumbuhkan semangat kemandirian pada warga binaan.
“Kami tidak hanya membuat papan nama, tetapi juga membentuk karakter. Ketika kami memberi kepercayaan kepada warga binaan, mereka merasa dihargai. Itu berdampak besar terhadap motivasi mereka untuk berubah,” jelas Ferdika.
Ia menambahkan bahwa pendekatan humanis menjadi kunci dalam mengubah pola pikir para WBP. Karena itu, pihaknya terus mendorong berbagai kegiatan produktif agar para WBP dapat mengembangkan potensi yang mereka miliki.
Salah satu WBP berinisial A.K mengungkapkan rasa bangganya karena bisa terlibat dalam proyek tersebut. Ia mengaku sempat ragu, namun berubah menjadi semangat setelah mendapat bimbingan dari petugas dan dukungan teman-teman sesama WBP.
“Awalnya saya tidak percaya diri, takut hasilnya jelek. Tapi setelah dibimbing dan bekerja sama, saya jadi yakin. Apalagi hasil kerja kami akan dipasang di depan kantor dan dilihat banyak orang,” ucapnya.
A.K juga mengatakan bahwa pengalaman ini memberinya harapan baru. Ia berencana membuka usaha las setelah bebas nanti, karena selama di Rutan ia telah mempelajari banyak keterampilan teknis, serta belajar kerja sama dan tanggung jawab.
Ferdika pun menekankan pentingnya kolaborasi antara petugas dan warga binaan dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang produktif dan penuh semangat positif.
“Kami percaya setiap warga binaan punya potensi untuk berubah. Tugas kami adalah menciptakan ruang dan kesempatan agar mereka bisa berkembang,” tutupnya.
Dengan semangat seperti ini, Rutan Ambon terus membuktikan komitmennya dalam membangun sistem pemasyarakatan yang lebih humanis dan berorientasi pada pembinaan jangka panjang.
- Penulis: mamang
