Zikir dan Doa Kebangsaan Satukan Ratusan Ribu Masyara
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 34

Sumber: BPMI Setpres (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News – Pemerintah secara resmi memulai rangkaian perayaan hari ulang tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar zikir dan doa kebangsaan di Monumen Nasional (Monas), pada malam hari Minggu, 1 Agustus 2026.
Selain itu, acara tersebut berjalan lancar dan penuh penghormatan, dengan dihadiri oleh lebih dari 100.000 peserta dari berbagai wilayah dan latar belakang agama.
Selanjutnya, acara ini menjadi kesempatan untuk bersama-sama berrefleksi mengenang jasa para pendiri bangsa sekaligus memperkuat komitmen dalam mengisi kemerdekaan secara berkelanjutan.
Selanjutnya, rangkaian kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Setelah itu, Muhammad Zian Fahrezi membaca ayat 1 sampai 14 dari Surah Ar-Rahman.
Ia menjuarai lomba MTQ International Al-Ameed ke-3 di Karbala, Irak, pada tahun 2026.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya kekuatan spiritual dalam menjaga persatuan bangsa.
Menurutnya, kemerdekaan tidak hanya tercapai karena usaha nyata, tetapi juga karena doa, sikap baik, dan persatuan.
Dengan berzikir, kita merajut hati; dengan berdoa, kita mengguncang langit; dan dengan bekerja serta berpengabdian, kita membangun bumi. Sebanyak sekitar 100 ribu peserta zikir dan doa pada malam ini berasal dari berbagai daerah, beragama, dan berkumpul bersama untuk berdoa memohon kebaikan bagi negeri, kata Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Selanjutnya, doa kebangsaan yang melibatkan berbagai agama dipandu oleh enam tokoh agama secara bergantian sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Adapun doa dipimpin Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty untuk Kristen Protestan.
Selanjutnya, Romo Fransiskus Yance Sengga memimpin doa umat Katolik.
Kemudian, Pinandita Gede Pastika memimpin doa umat Hindu.
Setelah itu, Bhikku Bhadranatha Thera memimpin doa umat Buddha.
Sementara itu, Xs. Budi S. Tanuwibowo memimpin doa umat Konghucu.
Selanjutnya, H. Husni Ismail berdoa bersama dengan umat Islam.
Selain itu, semua doa yang dipanjatkan adalah bentuk rasa syukur atas kemerdekaan serta doa yang berharap Indonesia tetap damai dan bersatu.
Kemudian, suasana menjadi lebih tenang dan penuh kekhusyukan dengan dibacanya Selawat Kebangsaan yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf bersama ribuan jemaah.
Sebelumnya, kegiatan dimulai dengan pembacaan Khotmil Qur’an oleh Dr. KH. Rijal Ahmad Rangkuti.
Selanjutnya, doa Khotmil Qur’an dipimpin Ust. H. Muzakkir Abd Rahman, MA.
Turut hadir para menteri dan wakil menteri kabinet merah putih serta tokoh dari berbagai agama sebagai bentuk dukungan terhadap persatuan dan kesatuan nasional.
Sumber: BPMI Setpres/presidenri.go.id
- Penulis: Husni
