Jakarta Siap Menjadi Pusat Utama Industri Kopi Nasional Sekaligus Hub Ekosistem Perkopian Dunia
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 25

Sumber: Pemprov DKI Jakarta (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya memosisikan Jakarta sebagai simpul utama industri kopi nasional. Selain itu, Jakarta diarahkan menjadi pusat promosi serta perdagangan internasional.
Oleh karena itu, keanekaragaman varietas kopi Nusantara menjadi modal utama. Akibatnya, industri hilir serta budaya konsumsi kopi tumbuh sangat pesat.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan hal tersebut secara resmi. Beliau menyampaikannya saat membuka Indonesia Coffee Expo 2026 di JICC.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara serius dan sungguh-sungguh ingin mendorong bahwa Jakarta bisa menjadi simpul utama bagi ekosistem perkopian Indonesia. Kita memiliki keanekaragaman varietas kopi yang luar biasa dari Sabang sampai Merauke, dan jika dikemas melalui kolaborasi terencana, tentu dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah akan sangat besar,” ujar Gubernur Pramono.
Selanjutnya, pertumbuhan sektor hilir ditopang oleh pesatnya kedai kopi. Bahkan, aktivitas usaha ini telah melibatkan sekitar 193.000 pelaku usaha.
Kemudian, gaya hidup generasi muda turut membentuk pola konsumsi baru. Akibatnya, ekosistem usaha memiliki fondasi ekonomi yang sangat kokoh.
“Saat ini penikmat kopi, terutama generasi muda, telah membentuk budaya baru dengan konsep beli lekas bawa pulang di sela-sela aktivitas ruang publik maupun komunitas. Ditopang stabilitas ekonomi Jakarta yang menyumbang 16,32 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional dengan laju inflasi rendah sebesar 2,5 persen, ekosistem usaha kopi memiliki fondasi yang sangat kokoh untuk terus berkembang,” jelasnya.
Selain itu, keunikan karakter biji kopi lokal menjadi keunggulan komparatif. Contohnya adalah varietas Gayo, Luwak, Toraja, Flores, Kintamani, hingga Mandailing.
Oleh sebab itu, kekayaan rasa kopi Indonesia mampu bersaing secara global. Maka dari itu, kehadiran ratusan stan pameran membuktikan optimisme pasar.
“Saya sempat mencicipi kopi dari Tanzania saat menerima delegasi mereka, di mana mereka hanya mengandalkan satu varietas, sangat berbeda dengan kekayaan rasa kopi lokal kita yang sangat beragam dan kaya karakter. Kehadiran lebih dari 120 stan pameran dalam perhelatan ini membuktikan optimisme bahwa industri kopi nasional memiliki daya saing yang sangat unggul di tingkat internasional,” tuturnya.
Di samping itu, Pemprov DKI memberikan dukungan penuh bagi ajang internasional. Malahan, pihak Pemprov mendorong pelaksanaan agenda World of Coffee mendatang.
Oleh karena itu, dukungan fasilitas serta regulasi siap diberikan sepenuhnya. Sebab, Jakarta harus menjadi wadah kreativitas serta inovasi lintas sektor.
“Jika SCAI dapat kembali menggelar ajang akbar World of Coffee di Jakarta sebelum tahun 2030, khususnya pada Mei 2029, Pemprov DKI siap memberikan dukungan penuh, termasuk asistensi kebijakan dan kemudahan lainnya. Jakarta harus terus menjadi wadah pertemuan ide, kreativitas, dan inovasi lintas sektor agar potensi industri kopi nasional dapat dikembangkan secara megah dan berdaya saing luas,” tegas Gubernur Pramono.
Sementara itu, ICX 2026 menjadi etalase bisnis bagi para pelaku industri. Sebelumnya, perhelatan sukses ini telah berlangsung di Surabaya dan Medan.
Selanjutnya, Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, turut memberikan pandangannya. Beliau menekankan tingginya optimisme terhadap perkembangan ekosistem kopi nasional.
“Bagi kami, industri kopi nasional menunjukkan optimisme yang sangat kuat, tidak hanya tumbuh dari sisi konsumsi, tetapi juga dari semakin beragamnya pelaku usaha, barista, pemanggang biji kopi, dan komunitas. Kami berharap ICX Jakarta 2026 ini menjadi momentum untuk mempertemukan lebih banyak pemangku kepentingan, membuka peluang kemitraan bisnis, serta mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru demi memperkuat ekosistem kopi Indonesia,” ungkap Daswar.
Berikutnya, Ketua Umum SCAI, Daryanto Witarsa, menyatakan kesiapan pihak penyelenggara. Beliau menegaskan komitmen untuk menghubungkan rantai pasok dari hulu ke hilir.
Oleh sebab itu, kolaborasi global akan terus diperluas secara intensif. Akhirnya, Jakarta siap menyelenggarakan kembali pameran kopi tingkat dunia.
“Melalui ICX, kami ingin melanjutkan momentum besar tersebut dan membangun sebuah platform milik Indonesia yang mempertemukan seluruh ekosistem kopi, mulai dari petani, barista, pengolah, pengusaha, hingga pembeli internasional di Jakarta. Dengan dukungan penuh dari Pemprov DKI, kami bertekad memperluas jaringan kemitraan global dan berkomitmen kembali membawa ajang pameran kopi dunia, World of Coffee, ke ibu kota sebelum tahun 2030,” tutur Daryanto.
Sumber: Pemprov DKI Jakarta/jakarta.go.id
- Penulis: Husni
