Evolusi SLIK Berbasis Big Data Dinilai Kunci Penguatan Analisis Kredit dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 59

Evolusi SLIK Berbasis Big Data Dinilai Kunci Penguatan Analisis Kredit dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News – Pengalaman panjang di perbankan membentuk satu keyakinan utama.
Inti bisnis perbankan terletak pada kualitas analisis kredit.
Transformasi Sistem Layanan Informasi Keuangan menuju pemanfaatan big data dan kecerdasan buatan dinilai krusial untuk memperkuat analisis kredit perbankan secara berkelanjutan.
Dari petugas lapangan hingga pemimpin cabang, peran dasarnya tetap sama.
Setiap pemimpin cabang bertanggung jawab memastikan analisis 5C berjalan disiplin.
Analisis tersebut mencakup Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition of Economy.
Namun, penerapan kelima unsur harus berlangsung seimbang dan konsisten.
Character Menjadi Faktor Penentu dalam Analisis Kredit
Di antara unsur 5C, Character sering menjadi faktor paling menentukan.
Namun demikian, Character juga menjadi unsur paling sulit diukur.
Oleh karena itu, sistem informasi kredit memegang peran sangat krusial.
Tanpa data akurat, analisis kredit mudah bergantung pada asumsi subjektif.
Akibatnya, keputusan kredit berisiko didasarkan pada intuisi berlebihan.
Keterbatasan Informasi Kredit di Era Pra-Digital
Pada masa sebelum digitalisasi, Bank Indonesia mengelola data debitur secara manual.
Selain itu, pembaruan data kredit sering terlambat dan kurang akurat.
Kondisi ini menciptakan kekosongan informasi di tingkat lapangan.
Sebagai akibatnya, petugas kredit mengandalkan pengalaman pribadi.
Selain itu, jaringan informal sering digunakan untuk melengkapi informasi.
Praktik tersebut meningkatkan risiko kredit dan biaya pengawasan.
SLIK OJK Membawa Perubahan Fundamental
Perubahan signifikan terjadi setelah pengawasan beralih ke Otoritas Jasa Keuangan.
Melalui SLIK, industri keuangan memperoleh data debitur lebih terintegrasi.
Kini, data kredit tersedia secara nasional dan relatif real-time.
Informasi fasilitas kredit, kolektibilitas, dan agunan menjadi rujukan utama.
Dengan demikian, proses analisis kredit menjadi lebih terstandar.
- Penulis: Husni
