HoYo FEST 2026 Perkuat Kolaborasi IP Global dan Kreator Lokal, Kementerian Ekraf Dorong Ekonomi Kreatif Berdaya Saing
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 37

Sumber: Ekraf (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif dan Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, hadir dalam acara HoYo FEST 2026 yang diadakan di Pondok Indah Mall 3, Jakarta, pada hari Sabtu tanggal 1 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang didasarkan pada kekayaan intelektual atau Intellectual Property (IP).
Selain itu, HoYo FEST menjadi wadah strategis yang menghubungkan industri game global dengan kreator Indonesia melalui pameran produk kriya dan merchandise.
Oleh karena itu, acara tahunan yang diselenggarakan oleh HoYoverse tersebut dianggap mampu memperluas kerja sama sekaligus meningkatkan kompetitivitas talenta kreatif dalam negeri.
Irene Umar menilai bahwa pengoptimalan hak kekayaan intelektual dapat memberikan tambahan nilai bagi ekosistem ekonomi kreatif Indonesia saat ia mengunjungi stan kreator lokal.
Menurutnya, kerja sama antara pemilik hak cipta internasional dan bakat lokal membuka kesempatan untuk mengembangkan bisnis yang lebih luas.
HoYo FEST menunjukkan bahwa kerja sama antara IP global dan kreator lokal bisa menghasilkan nilai ekonomi yang saling memberi manfaat. Inisiatif semacam ini memberi peluang yang lebih luas bagi talenta Indonesia untuk menciptakan karya kreatif yang memiliki nilai komersial sekaligus mampu menjangkau pasar yang lebih luas, kata Irene Umar.
Sementara itu, puluhan pelaku ekonomi kreatif Indonesia berpartisipasi dalam produksi kriya dan merchandise yang menggunakan karakter dari HoYoverse.
Menariknya, setiap pembuat tetap memiliki hak kepemilikan penuh atas karya yang dijual.
Dengan demikian, skema itu menjadikan kreator lokal sebagai pihak utama yang mendapatkan manfaat ekonomi dari hasil kreativitasnya.
Selanjutnya, Irene berharap pola kerja sama yang sama dapat diperluas melalui kerja sama dengan berbagai lembaga intelektual properti internasional lainnya.
Oleh karena itu, langkah tersebut dianggap mampu mempercepat pertumbuhan subsektor seperti gim, kriya, ilustrasi, dan desain nasional.
Selain itu, Associate Brand Director HoYoverse Indonesia/COGNOSPHERE PTE. LTD, Aswin Atonie, menyatakan bahwa para pengunjung menunjukkan kegembiraan selama acara berlangsung.

Sumber: Ekraf (Dok. Istimewa)
Lebih dari 9.500 orang telah hadir di acara HoYo FEST sejak tanggal 30 Juli 2026.
Selain itu, acara tersebut juga menampilkan 50 stan yang melibatkan 71 pelaku ekonomi kreatif dari Indonesia.
Menurut Aswin, adanya Kementerian Ekraf menunjukkan kerja sama yang melibatkan pemerintah, industri, dan komunitas kreatif secara bersamaan.
Kami sangat menghargai kehadiran Wakil Menteri Ekonomi Kreatif di acara HoYo FEST 2026. Bagi kami, ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi juga bentuk penghargaan dan dukungan terhadap para kreator lokal yang telah berusaha dan berkarya melalui Artist Alley.
Kami berharap kerja sama antara pemerintah, industri, dan komunitas seperti ini terus berkembang, sehingga semakin banyak talenta kreatif Indonesia memiliki kesempatan untuk berkarya, berkembang, dan dikenal di tingkat yang lebih luas, ujar Aswin.
Di sisi lain, HoYo FEST juga menyediakan ruang untuk berinteraksi antara komunitas, kreator, dan pelaku industri melalui berbagai kegiatan kreatif.
Melalui Artist Alley, penyelenggara membuktikan bahwa industri game tidak hanya menyediakan hiburan saja.
Industri tersebut juga menciptakan kesempatan bisnis, memperkuat semangat kewirausahaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.
Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Regional Marketing Manager HoYoverse Brady, Director & Chief Growth Officer Indosat Apoorva Mehrotra, EVP Head of Circle Jakarta Raya Swandi Tjia, SVP Head of Corporate Communications Ovidia Nomia, SVP Head of National IM3 Brand Fahroni Arifin, serta SVP Head of National TRI Brand Galuh Neftita.
Sementara itu, Irene Umar didampingi oleh Direktur Arsitektur dan Desain, Sabar Norma Megawati Panjaitan.
Sumber: Ekraf/ekraf.go.id
- Penulis: Husni
