“Inovasi Baru! Lapas Narkotika Pangkalpinang Luncurkan ‘Roti Lanang’, Produk Kuliner Khas Buatan Warga Binaan”
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 15

PAStime News, PANGKALPINANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang kembali menghadirkan inovasi pembinaan kemandirian melalui peluncuran produk unggulan terbaru bernama “Roti Lanang”, roti olahan karya Warga Binaan yang diproduksi secara rutin dalam program kerja bidang pengolahan makanan. Produk ini menjadi bukti nyata bahwa proses pembinaan di dalam Lapas dapat menghasilkan karya berkualitas dan bernilai ekonomis.
“Roti Lanang” dikenal sebagai roti lembut dengan cita rasa khas, yang dibuat langsung oleh Warga Binaan setelah mengikuti pelatihan roti dan pastry berbasis praktik. Seluruh proses produksi menggunakan bahan pilihan dan mengikuti standar kebersihan yang ketat, sehingga menghasilkan produk yang layak jual dan mampu bersaing dengan produk UMKM di pasaran.
Kepala Lapas Narkotika Pangkalpinang, Novriadi, menyampaikan bahwa lahirnya produk ini merupakan bukti keberhasilan program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan Lapas.
“Roti Lanang ini adalah bukti bahwa Warga Binaan mampu menciptakan karya yang bernilai jual. Kami ingin menghadirkan produk yang bukan hanya enak, tetapi juga menunjukkan bahwa pembinaan di dalam Lapas benar-benar membekali keterampilan yang bermanfaat,” ungkapnya, Rabu (3/12).
Tidak hanya memberikan hasil nyata secara produk, program ini juga memberikan dampak langsung bagi para Warga Binaan yang terlibat. Mereka tidak hanya belajar teknik pembuatan roti, tetapi juga memahami proses produksi, higienitas, hingga keterampilan dasar kewirausahaan.
Salah satu Warga Binaan berinisial R menuturkan rasa syukurnya.
“Saya bersyukur memiliki keahlian baru. Semoga keterampilan ini dapat saya gunakan setelah bebas nanti,” ujarnya dengan bangga.
Dengan hadirnya “Roti Lanang”, Lapas Narkotika Pangkalpinang berharap produk kuliner ini dapat semakin memperkuat pembinaan berbasis kemandirian serta membuka peluang ekonomi baru bagi Warga Binaan. Program ini sekaligus menegaskan peran Lapas sebagai wadah pembinaan yang tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga menghasilkan manfaat nyata bagi Warga Binaan dan masyarakat luas.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
