Isi Ramadan dengan Kegiatan Positif, Warga Binaan Lapas Bandanaira Belajar Al-Qur’an dan Iqra
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 172

Isi Ramadan dengan Kegiatan Positif, Warga Binaan Lapas Bandanaira Belajar Al-Qur’an dan Iqra
BANDANAIRA,PAStime News – Program pembelajaran Al-Qur’an dan Iqra selama Ramadan 1447 Hijriah ini memperkuat pembinaan spiritual sekaligus membentuk Warga Binaan yang beriman, disiplin, dan siap kembali ke masyarakat dengan karakter lebih baik.
Lapas Kelas III Bandanaira mengisi Ramadan dengan kegiatan pembinaan keagamaan, Jumat (27/2).
Selain itu, jajaran menggelar pembelajaran Al-Qur’an dan Iqra bagi Warga Binaan Muslim.
Kegiatan berlangsung di Musala At-Taubat dengan dukungan peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan Batch III.
Metode Bertahap Sesuai Kemampuan Warga Binaan
Melalui program ini, jajaran membentuk insan pemasyarakatan yang beriman dan bertakwa.
Oleh karena itu, petugas menyusun materi sesuai kemampuan masing-masing peserta.
Pembina mengenalkan huruf Hijaiyah melalui Iqra bagi pemula.
Selanjutnya, pembina meningkatkan tajwid dan kelancaran membaca Al-Qur’an bagi peserta lanjutan.
Dengan pendekatan bertahap, pembina memastikan setiap peserta memahami materi secara optimal.
Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, menegaskan pentingnya momentum Ramadan.
Ia menyatakan Ramadan menjadi waktu tepat memperkuat keimanan dan ketakwaan.
Selain itu, ia menilai pembelajaran Al-Qur’an sangat bermanfaat bagi Warga Binaan Muslim.
Ia berharap seluruh peserta mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar.
Sementara itu, Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menyampaikan apresiasi kepada peserta magang.
Ia mengucapkan terima kasih atas kontribusi waktu dan ilmu mereka.
Selain itu, ia menegaskan pembinaan spiritual menjadi bekal positif setelah bebas.
Ia juga menambahkan bahwa pembinaan kepribadian harus berjalan berkelanjutan.
Menurutnya, kemampuan membaca Al-Qur’an akan memperkuat bekal moral Warga Binaan.
Dengan demikian, mereka memiliki pedoman hidup lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan, Topan, merasakan manfaat besar dari kegiatan ini.
Ia mengaku sebelumnya belum lancar membaca Al-Qur’an.
Namun demikian, ia mulai memahami cara membaca yang benar melalui bimbingan sabar.
Ia juga merasakan ketenangan hati dan semangat memperbaiki diri.
Melalui pembinaan keagamaan yang konsisten, Lapas Bandanaira terus membangun karakter Warga Binaan.
Selain itu, jajaran menyiapkan mereka kembali ke masyarakat dengan akhlak lebih baik.
Akhirnya, program ini mendukung tujuan pemasyarakatan membentuk insan produktif dan bertanggung jawab.
- Penulis: Husni
