Kemenhub Percepat Penanganan Kepadatan Gilimanuk
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 97

Kemenhub Percepat Penanganan Kepadatan Gilimanuk
JAKARTA, PAStime News – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan terus memperkuat upaya mengatasi kemacetan menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Selanjutnya, perbaikan di lakukan lewat koordinasi langsung oleh BPTD Bali bersama berbagai pihak yang berkepentingan.
Selain itu, kerjasama juga melibatkan pihak kepolisian, operator kapal, pihak pelabuhan, aparat keamanan, dan pemerintah daerah.
Dengan langkah ini, berbagai upaya di lakukan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan dan penumpang.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menekankan keseriusan pemerintah dalam menjaga layanan transportasi.
Ia mengatakan,
“Kementerian Perhubungan selalu berupaya supaya layanan tetap aman, lancar, dan teratur. ”
Karena itu, Wakil Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Darat ditugaskan untuk terjun langsung ke lapangan.
Sementara itu, antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk masih terlihat padat saat ini.
Namun, kendaraan roda dua dan roda empat tetap mendapatkan perhatian dalam pelayanan penyeberangan.
Untuk itu, berbagai strategi terus di terapkan untuk menjaga agar operasi tetap lancar.
Selanjutnya, jumlah kapal yang di gunakan di tingkatkan menjadi 35 unit dengan jadwal delapan perjalanan.
Adapun kapal terdiri dari 19 unit di dermaga MB, 11 unit di dermaga LCM, dan tambahan armada lainnya.
Selain menambah armada, di terapkan sistem Tiba–Bongkar–Berangkat untuk mempercepat rotasi kapal.
Kemudian, percepatan proses bongkar muat di lakukan agar pergerakan kendaraan kecil lebih lancar.
Lebih lanjut, pengaturan lalu lintas di perkuat melalui area penyangga di terminal kargo Gilimanuk.
Di sisi lain, peningkatan pelayanan UPPKB Cekik dilakukan sebagai pengendalian kendaraan sebelum masuk pelabuhan.
Menhub menambahkan,
“Pengaturan lalu lintas diperkuat melalui area penyangga dan peningkatan UPPKB Cekik. ”
Sementara itu, kondisi cuaca di Selat Bali terpantau baik berdasarkan laporan BMKG.
Dengan demikian, pelayaran berlangsung dengan aman karena gelombang rendah dan jarak pandang yang jelas.
Akhirnya, Kemenhub akan terus memantau dan berkoordinasi untuk memastikan layanan penyeberangan tetap lancar.
- Penulis: Husni
