Lapas Bandanaira Semarakkan HBP ke-62 Lewat Lomba Karaoke
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 124

Dok. Humas Lapas Bandanaira (Dok. Istimewa)
BANDA NAIRA, PAStime News – Lapas Kelas III Bandanaira mengadakan kompetisi karaoke untuk merayakan hari jadi pemasyarakatan yang ke-62 di tahun 2026.
Acara ini di laksanakan pada hari Senin (13/4) di blok tempat tinggal dengan banyak peserta dari berbagai kalangan.
Ada 10 petugas, 18 Warga Binaan, dan 27 peserta magang yang ikut berpartisipasi.
Setiap peserta menyanyikan satu lagu yang mereka pilih dari berbagai jenis musik, mulai dari dangdut hingga lagu religi.
Penilaian di lakukan dengan mempertimbangkan vokal 50 persen, penguasaan lagu 20 persen, penampilan 15 persen, dan kesesuaian lagu 15 persen.
Lomba ini akan menentukan juara I, II, dan III yang hasilnya akan di umumkan pada acara syukuran HBP pada tanggal 27 April.
Sementara itu, Hendra Sahbudin, yang mengkoordinir lomba ini, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar untuk bersenang-senang.
“HBP adalah kebahagiaan yang harus di rayakan dengan rasa syukur dan kebersamaan,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa acara ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan dan mempersatukan semua peserta.
“Kami ingin membuat tempat yang memotivasi dan memperkuat ikatan antara kita,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap acara yang positif ini bisa mendorong kebebasan berekspresi dan meningkatkan solidaritas.
“Semoga kebersamaan ini menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman,” harapnya.
Di sisi lain, semangat peserta tampak terlihat jelas selama perlombaan berlangsung.
Bahkan, seorang Warga Binaan bernama Reno mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengaruh yang baik.
“Kegiatan ini membuat kita lebih percaya diri dan mengurangi rasa bosan,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, juga memberikan penghargaan terhadap pelaksanaan kegiatan ini.
Ia merasa lomba ini bisa menambah kebahagiaan dan memperkuat hubungan kekeluargaan di lingkungan lapas.
“Saya berharap kegiatan ini dapat menjaga hubungan baik dan membawa kebahagiaan bagi Warga Binaan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pembinaan yang dapat mencegah terulangnya kesalahan di masa yang akan datang.
Dengan demikian, kegiatan ini di harapkan bisa menjadi bagian dari proses pembinaan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.
- Penulis: Husni
