Lapas Banjarmasin Mulai Pendidikan Kesetaraan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 44

Sumber: Lapas Banjarmasin (Dok. Istimewa)
BANJARMASIN, PAStime News – Lapas Kelas IIA Banjarmasin mengawali program pendidikan kesetaraan untuk tahun ajaran 2026/2027, pada hari Sabtu tanggal 11 Juli.
Program tersebut berjalan melalui kerja sama dengan PKBM Azzahra.
Selain itu, kegiatan tersebut juga berfungsi untuk membentuk kepribadian para Warga Binaan.
Dengan demikian, hak untuk mendapatkan pendidikan tetap terpenuhi selama seseorang menjalani hukuman.
Pembelajaran perdana berlangsung tertib di lingkungan Lapas.
Selanjutnya, peserta mengikuti proses belajar sesuai dengan tingkat pendidikan yang mereka tempuh.
Peserta Paket A mempelajari Pendidikan Agama Islam.
Sementara itu, peserta Paket B mendapatkan materi pelajaran Matematika.
Peserta Paket C mengikuti proses belajar mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Seluruh kegiatan berjalan dengan bimbingan petugas Lapas dan tenaga pengajar dari PKBM Azzahra.
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam proses pembinaan.
Ia mengatakan,
“Pendidikan merupakan hak setiap warga negara, termasuk warga binaan.”
Lebih lanjut, ia mengatakan,
“Kami berkomitmen untuk memberikan kesempatan yang luas bagi mereka agar terus belajar, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah mereka bebas.”
Ia menambahkan,
“Kerja sama dengan PKBM Azzahra merupakan langkah nyata dalam menciptakan pembinaan yang berkualitas.”
Sementara itu, perwakilan PKBM Azzahra, Rahmi Utari, mengapresiasi komitmen Lapas Banjarmasin dalam menyediakan layanan pendidikan.
Menurutnya,
“Dengan adanya program pendidikan kesetaraan ini, diharapkan para peserta didik dapat berpartisipasi aktif dalam proses belajar, meningkatkan kemampuan akademik mereka, serta mendapatkan sertifikat yang bisa di gunakan untuk melanjutkan studi atau memasuki dunia kerja.”
Di sisi lain, seorang warga binaan yang berinisial S mengatakan bahwa ia merasa bersyukur bisa kembali mendapatkan kesempatan belajar.
Ia mengatakan,
“Peluang ini semakin menggugah semangat saya untuk belajar dan meningkatkan diri.”
Ia menambahkan,
“Saya ingin memanfaatkan waktu pembinaan dengan baik agar bisa memiliki bekal pendidikan yang lebih baik untuk masa depan.”
Oleh karena itu, di harapkan kolaborasi antara Lapas Banjarmasin dan PKBM Azzahra dapat terus berlangsung.
Dengan demikian, pendidikan kesetaraan tidak hanya memberikan ijazah, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta membantu proses reintegrasi sosial Warga Binaan.
- Penulis: Husni
