Lapas Cipinang Perkuat Perpustakaan sebagai Pusat Literasi dan Pembinaan Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 31

Lapas Cipinang Perkuat Perpustakaan sebagai Pusat Literasi dan Pembinaan Warga Binaan
JAKARTA,PAStime News – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan Warga Binaan melalui penguatan sarana perpustakaan. Perpustakaan di maksimalkan sebagai pusat literasi, edukasi, dan pengembangan wawasan guna mendukung pembinaan kepribadian yang berkelanjutan.
Optimalisasi fungsi perpustakaan ini di arahkan untuk membentuk Warga Binaan yang berpengetahuan, berkarakter, serta memiliki kesiapan mental dan intelektual saat kembali ke tengah masyarakat. Melalui budaya membaca dan belajar, proses pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga penguatan nilai-nilai positif.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis dalam mendukung perubahan perilaku Warga Binaan. Menurutnya, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang pembelajaran yang mendorong penguatan intelektual dan pembentukan pola pikir yang lebih baik.
Perpustakaan Bukan Sekadar Ruang Baca, tetapi Ruang Pembelajaran dan Perubahan Perilaku
Perpustakaan menjadi salah satu sarana strategis dalam pembinaan kepribadian.
Melalui budaya literasi, kami mendorong Warga Binaan meningkatkan pengetahuan, memperluas wawasan, dan menumbuhkan pola pikir positif sebagai bekal reintegrasi sosial.
Perpustakaan Lapas Cipinang menyediakan beragam koleksi bacaan, mulai dari literatur keagamaan, pengetahuan umum, keterampilan, motivasi, hingga bahan pendidikan. Seluruh koleksi tersebut di perbarui secara berkala agar selaras dengan kebutuhan pembinaan dan perkembangan Warga Binaan.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan, Iwan Setiawan, menekankan bahwa perpustakaan juga berperan penting dalam mendukung pemulihan psikologis Warga Binaan selama menjalani masa pidana.
Perpustakaan kami dorong menjadi ruang yang nyaman, tenang, dan edukatif.
Banyak Warga Binaan memanfaatkannya sebagai tempat healing, menenangkan diri, serta memperbaiki pola pikir melalui kegiatan membaca dan belajar.
Ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang humanis dan berkelanjutan.
Penguatan sarana perpustakaan ini sekaligus mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam bidang pendidikan kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan. Melalui pendekatan literasi, Lapas Cipinang berupaya menumbuhkan minat baca, meningkatkan kapasitas intelektual, serta membangun kepercayaan diri Warga Binaan.
Dengan langkah ini, Lapas Cipinang terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang humanis, berorientasi pada masa depan, dan berkontribusi nyata dalam mempersiapkan Warga Binaan kembali menjadi bagian produktif dari masyarakat.
- Penulis: Husni
