Lapas Perempuan Palu Perkuat Pembinaan Melalui Temu Wali Pemasyarakatan Bersama Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 126

Lapas Perempuan Palu Perkuat Pembinaan Melalui Temu Wali Pemasyarakatan Bersama Warga Binaan
PALU, PAStime News – Kegiatan Temu Wali Pemasyarakatan di Lapas Perempuan Palu menjadi ruang dialog strategis untuk memperkuat komunikasi, memastikan pembinaan humanis, serta mempersiapkan Warga Binaan kembali ke masyarakat secara positif dan berkelanjutan
Sebagai upaya berkelanjutan, Lapas Perempuan Kelas III Palu menyelenggarakan Temu Wali Pemasyarakatan bersama Warga Binaan, Sabtu, 31 Januari.
Selain itu, kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lapas Perempuan Palu dengan melibatkan Warga Binaan dan petugas Pemasyarakatan.
Selanjutnya, kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan pelaksanaan program pembinaan melalui komunikasi langsung dan terbuka.
Lebih lanjut, Temu Wali Pemasyarakatan menjadi sarana penting untuk membangun dialog aktif antara Warga Binaan dan Wali Pemasyarakatan.
Kemudian, melalui forum tersebut, Warga Binaan menyampaikan aspirasi, keluhan, serta pandangan terkait pembinaan selama menjalani pidana.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Palu, Yoesiana, menegaskan peran strategis Wali Pemasyarakatan dalam proses pembinaan.
Selain melakukan pemantauan, Wali Pemasyarakatan berperan aktif sebagai komunikator, fasilitator, dan motivator pembinaan.
“Melalui Temu Wali Pemasyarakatan, kami memastikan pembinaan berjalan humanis, terarah, dan efektif bagi seluruh Warga Binaan,” terang Yoesiana.
“Setiap Warga Binaan berhak didengar, dibimbing, dan didampingi agar siap kembali ke masyarakat,” lanjutnya.
Selanjutnya, Wali Pemasyarakatan dari subseksi pembinaan, Jessy Emilia, menyampaikan manfaat forum tersebut bagi petugas dan Warga Binaan.
Selain mempererat hubungan, forum ini membantu petugas memahami kebutuhan dan perkembangan Warga Binaan secara langsung.
“Kami dapat mendengarkan aspirasi Warga Binaan secara langsung sehingga pembinaan menjadi lebih tepat sasaran,” ujar Jessy Emilia.
Di sisi lain, Warga Binaan berinisial NK menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia merasa terbantu karena memperoleh ruang dialog langsung bersama pihak Lapas dan Wali Pemasyarakatan.
“Kami berterima kasih karena dapat menyampaikan aspirasi dan keluh kesah secara langsung,” ungkap NK.
“Kegiatan ini sangat berarti bagi kami,” tambahnya.
Pada akhirnya, kegiatan berlangsung dialogis dengan suasana terbuka dan penuh partisipasi aktif.
Seluruh masukan Warga Binaan kemudian menjadi bahan evaluasi peningkatan layanan dan kualitas pembinaan.
Dengan demikian, Lapas Perempuan Palu menegaskan komitmen menghadirkan pembinaan berkelanjutan yang membentuk kepribadian dan kesiapan reintegrasi sosial.
- Penulis: Husni
