Lapas Tolitoli Perkuat Pembinaan Kepribadian melalui Pendidikan Kewarganegaraan dan Keagamaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 153

Lapas Tolitoli Perkuat Pembinaan Kepribadian melalui Pendidikan Kewarganegaraan dan Keagamaan (Dok. Istimewa)
TOLITOLI, Pastime News – Lapas Kelas IIB Tolitoli mengadakan kegiatan belajar mengajar untuk Warga Binaan, Rabu (28/1).
Selain itu, pembelajaran dilaksanakan di Perpustakaan Lapas sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian.
Dengan demikian, Lapas semakin memperkuat pembinaan nonfisik secara terarah.
Kegiatan belajar mengajar di Perpustakaan Lapas Tolitoli menjadi langkah strategis membangun karakter, wawasan kebangsaan, dan penguatan spiritual Warga Binaan secara berkelanjutan
Kegiatan tersebut di ikuti oleh Warga Binaan yang terdaftar dalam program pembelajaran.
Materi Pendidikan Kewarganegaraan membahas nilai-nilai Pancasila secara menyeluruh.
Selain itu, peserta juga mempelajari penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, materi keagamaan menekankan pemahaman tentang Rukun Iman dan Rukun Islam.
Dengan materi tersebut, pembelajaran bertujuan memperkuat nilai spiritual Warga Binaan.
Oleh karena itu, keseimbangan antara wawasan kebangsaan dan keagamaan tetap terjaga.
Selanjutnya, Petugas Registrasi Lapas Tolitoli bersama peserta magang menyampaikan materi pembelajaran.
Selain itu, metode interaktif mendorong partisipasi aktif para Warga Binaan.
Dengan suasana yang kondusif, peserta memberikan respons positif sepanjang kegiatan.
Kepala Lapas Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, menyampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar merupakan bagian penting dalam pembinaan kepribadian Warga Binaan.
Selain itu, pembelajaran ini membentuk karakter dan memperkuat pemahaman kebangsaan.
Dengan pembinaan tersebut, di harapkan Warga Binaan menjadi lebih bertanggung jawab setelah bebas.
Kepala Seksi Binadik dan Giatja, Feldianto, menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar Warga Binaan yang wajib di fasilitasi.
Selain itu, pembinaan bertujuan membangun mental, moral, dan wawasan kebangsaan.
Dengan demikian, kegiatan ini mencerminkan pelayanan Pemasyarakatan yang nyata.
Afdal, peserta magang, mengungkapkan bahwa ia bangga dapat berkontribusi langsung dalam pembinaan Warga Binaan.
Selain itu, ia melihat antusiasme para peserta selama pembelajaran.
Dengan antusiasme tersebut, di harapkan materi pembelajaran bermanfaat bagi masa depan mereka.
RD, salah satu Warga Binaan, menyampaikan bahwa pembelajaran memberikan manfaat nyata baginya.
Selain itu, materi Pancasila dan agama mengingatkannya untuk taat pada aturan.
Dengan pembelajaran ini, ia terdorong menjadi pribadi yang lebih baik.
Pada akhirnya, Lapas Tolitoli berharap minat belajar Warga Binaan terus meningkat.
Selain itu, kegiatan ini memperkuat pembinaan kepribadian secara berkelanjutan.
Dengan langkah tersebut, Pemasyarakatan PASTI memberikan manfaat bagi masyarakat.
- Penulis: Husni
