Lapas Wahai Gelar Bansos bagi Janda Kurang Mampu Dalam Memperingati Hari Ibu
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 21

Lapas Wahai Gelar Bansos bagi Janda Kurang Mampu Dalam Memperingati Hari Ibu (Dok. Istimewa)
WAHAI, PAStime News – Peringatan Hari Ibu di Lapas Kelas III Wahai berlangsung penuh makna, Senin (22/12).
Kegiatan ini mengusung semangat kepedulian dan empati melalui pemberian bantuan sosial bagi janda kurang mampu.
Selain itu, jajaran Lapas Wahai menyalurkan bansos kepada para ibu di sekitar lingkungan lapas.
Dengan demikian, peringatan Hari Ibu menjadi aksi nyata kepedulian sosial.
Berbeda dari tahun sebelumnya, kegiatan ini menekankan kehadiran negara di tengah masyarakat.
Karena itu, Lapas Wahai memperkuat hubungan emosional dengan lingkungan sekitar.
Peringatan Hari Ibu Ke-97 di Lapas Wahai menjadi wujud implementasi Pemasyarakatan yang peduli, humanis, dan hadir langsung membantu masyarakat rentan di lingkungan sekitar
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menjelaskan makna kegiatan tersebut.
“Momen Hari Ibu kami manfaatkan untuk berbagi kasih dan perhatian kepada ibu-ibu janda kurang mampu,”
ungkap Tersih Victor Noya.
Ia menegaskan kegiatan ini sejalan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Selain itu, kegiatan ini mencerminkan semangat Hari Ibu Ke-97 Tahun 2025.
Lebih lanjut, ia menyebut empati dapat hadir dari berbagai pihak.
Termasuk, kepedulian dapat tumbuh dari balik jeruji Pemasyarakatan.
Selanjutnya, Kepala Urusan Tata Usaha, Abdul Azis, menyerahkan paket sembako secara simbolis.
Ia menyerahkan bantuan kepada perwakilan penerima manfaat.
Abdul Azis menjelaskan bantuan tersebut berasal dari kepedulian seluruh jajaran Lapas Wahai.
“Kami melaksanakan kegiatan ini dengan keikhlasan sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian sosial,”
ujar Abdul Azis.
Ia berharap bantuan tersebut meringankan kebutuhan harian penerima manfaat.
Meskipun demikian, ia menyadari nilai bantuan tidak seberapa.
Sementara itu, salah satu penerima bantuan, Maria, menyampaikan rasa haru.
“Sudah sepuluh tahun saya hidup sendiri dan jarang menerima bantuan,”
ucap Maria.
Ia mengucapkan terima kasih atas perhatian Lapas Wahai.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya.
Di sisi lain, Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menyampaikan apresiasi.
Ia menilai kegiatan ini mencerminkan Pemasyarakatan yang humanis dan dekat masyarakat.
“Pemasyarakatan tidak hanya fokus pembinaan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi lingkungan,”
tegas Ricky Dwi Biantoro.
Ia mendorong lapas lain menghadirkan program berdampak langsung.
Karena itu, sinergi sosial perlu terus diperkuat.
Melalui kegiatan ini, Lapas Wahai berharap meringankan beban ekonomi janda kurang mampu.
Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan harapan dan memperkuat citra Pemasyarakatan yang peduli.
- Penulis: Husni
