Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Wahai Memperkuat Komitmen Layanan Hak Asasi Manusia Melalui Program Pemeriksaan Kesehatan Berkala SAPA-BINA Bagi Seluruh Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 27

Sumber: Lapas Wahai (Dok. Istimewa)
WAHAI, PAStime News — Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Wahai terus memperkokoh dedikasinya. Oleh karena itu, tingkat kesejahteraan para penghuni senantiasa diprioritaskan.
Selanjutnya, pihak pemasyarakatan merealisasikan komitmen tersebut lewat program SAPA-BINA. Inovasi ini memfokuskan pelayanan kesehatan secara aktif.
Meskipun demikian, pemeriksaan medis ini dilaksanakan langsung oleh tim Subseksi Pembinaan. Akibatnya, kondisi medis terkini dapat dipastikan secara menyeluruh.
Selain itu, kegiatan medis yang rutin ini diselenggarakan pada hari Jumat (21/8). Oleh sebab itu, setiap blok hunian diperiksa secara intensif.
Di samping itu, tenaga medis mendatangi satu per satu kamar warga binaan. Hasilnya, tindakan pencegahan serta deteksi dini penyakit dapat dioptimalkan.
Secara umum, Perawat Lapas Wahai, Fajar Pradhana Wisady, menegaskan kestabilan kondisi fisik para penghuni. Namun, penanganan ekstra tetap dibutuhkan.
Berdasarkan pemeriksaan tersebut, Fajar Pradhana Wisady memaparkan:
“Dari hasil pemeriksaan hari ini, sebagian besar Warga Binaan dalam kondisi fit. Namun, kami menemukan ada tiga penghuni yang menunjukkan gejala katarak. Untuk itu, kami sudah melaporkan kepada pimpinan untuk pemeriksaan lanjutan ke spesialis mata agar mendapat tindakan medis yang tepat.”
Oleh karena itu, tindakan cepat dari petugas medis langsung menuai respons positif. Bahkan, para warga binaan merasa sangat terbantu.
Sebagai contoh, salah satu warga binaan berinisial JL mengutarakan rasa syukurnya atas kepedulian tersebut.
Terkait hal itu, JL menyampaikan impresinya:
“Kami sangat bersyukur dan merasa diperhatikan. Petugas kesehatan rajin datang mengecek tensi dan menanyakan keluhan kesehatan kami. Dengan tubuh yang sehat, kami jadi lebih tenang dan fokus mengikuti program pembinaan setiap hari.”
Di sisi lain, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, kembali mempertegas pemenuhan hak pelayanan medis yang layak.
Sebab, pemenuhan hak dasar ini berlaku wajib tanpa diskriminasi sedikit pun.
Mengenai hal tersebut, Tersih Victor Noya menegaskan:
“Program SAPA-BINA adalah komitmen nyata kami. Walaupun mereka sedang menjalani masa pidana, hak dasar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan harus tetap terpenuhi secara optimal. Kami pastikan bagi Warga Binaan yang butuh penanganan khusus akan langsung kita tindaklanjuti karena hak atas kesehatan adalah bagian dari hak asasi manusia.”
Oleh sebab itu, program mandiri ini dipastikan bakal terus bergulir secara konsisten setiap bulan.
Bahkan, Lapas Wahai turut menggandeng Puskesmas Perawatan Wahai sebagai mitra strategis.
Dengan demikian, sinergi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan lapas yang sehat, aman, dan senantiasa humanis.
- Penulis: Husni
