Panen Jagung dan Terong Lapas Tabanan Tegaskan Keberhasilan Pembinaan Kemandirian dan Dukungan Nyata Ketahanan Pangan Nasional
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 21

Panen Jagung dan Terong Lapas Tabanan Tegaskan Keberhasilan Pembinaan Kemandirian dan Dukungan Nyata Ketahanan Pangan Nasional (Dok. Istimewa)
TABANAN, Pastime News – Pertama, Lapas Kelas IIB Tabanan kembali menyelenggarakan panen jagung dan terong pada hari Selasa, 13 Januari.
Kegiatan ini menunjukkan kelanjutan dan keberhasilan program ketahanan pangan, sekaligus membantu pembinaan kemandirian Warga Binaan.
Panen berlangsung di Sarana Asimilasi dan Edukasi Kebun Lapas Tabanan, sesuai dengan prosedur yang tertib dan produktif. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan Lapas selaras dengan program ketahanan pangan nasional.
Panen berkelanjutan di SAE Kebun Lapas Tabanan menegaskan sinergi pembinaan produktif Warga Binaan dengan penguatan ketahanan pangan nasional secara berkesinambungan.
Dalam panen tersebut, SAE Kebun Lapas Tabanan memetik sebanyak sepuluh kilogram jagung dan lima kilogram terong.
Hasil panen tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan internal Lapas.
Selain itu, sebagian hasil panen juga di lepas ke masyarakat sekitar. Harga yang di tetapkan untuk jagung adalah lima belas ribu rupiah per kilogram, sementara terong di patok dua belas ribu rupiah per kilogram.
Pemasaran ini bertujuan untuk melatih kemandirian dan kewirausahaan Warga Binaan secara berkelanjutan.
Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menegaskan bahwa panen ini merupakan hasil dari pembinaan yang konsisten dan terarah.
Menurutnya, program ketahanan pangan Lapas Tabanan berjalan baik dan berkelanjutan. Keberhasilan panen berulang membuktikan komitmen pembinaan yang kuat. Kegiatan ini juga selaras dengan program pemerintah, terutama dalam implementasi 15 Program Aksi Kementerian terkait.
Prawira menekankan bahwa pembinaan di SAE tidak hanya fokus pada hasil panen, tetapi juga pada pembentukan keterampilan kerja dan mental disiplin Warga Binaan.
Dengan demikian, pengalaman ini di harapkan dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi Warga Binaan setelah kembali ke masyarakat.
Salah satu Warga Binaan bernama Wayan menyampaikan rasa syukur atas keikutsertaannya dalam kegiatan ini.
Menurutnya, kegiatan SAE memberikan pengalaman dan keterampilan yang sangat berharga. Ia berencana untuk menerapkan ilmu yang di dapat setelah bebas, khususnya dalam mengelola lahan kebun pribadi.
Akhirnya, Lapas Tabanan berharap program terintegrasi ini mampu memperkuat kesiapan mental dan ekonomi Warga Binaan.
Dengan demikian, mereka dapat menjalani kehidupan yang mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.
- Penulis: Husni
