Warga Binaan bersama peserta magang memanen 10 kilogram kangkung di area branggang.
Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian program pembinaan kemandirian berbasis pertanian produktif.
Dengan demikian, program ini meningkatkan keterampilan, tanggung jawab, dan ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Selanjutnya, Kepala Rutan Majene, Christy Jozef Thenu, menegaskan pentingnya pembinaan berbasis keterampilan praktis.
Ia juga menambahkan program ini tidak hanya membina kepribadian, tetapi juga memperkuat kemampuan kerja nyata.
Oleh karena itu, pihak Rutan merancang program ini secara berkelanjutan dan berdampak langsung.
“Melalui kegiatan pertanian ini, kami membekali Warga Binaan dengan keterampilan bermanfaat untuk masa depan,” jelas Christy.
Kemudian, Christy menjelaskan pemanfaatan lahan menjadi langkah konkret menciptakan lingkungan produktif.
Selain itu, hasil panen sekaligus mendukung kebutuhan konsumsi internal Rutan secara mandiri.
Dengan begitu, program ini menghadirkan manfaat nyata bagi pembinaan dan operasional.
“Hasil panen ini tidak hanya simbol keberhasilan, tetapi juga menunjang kebutuhan konsumsi di Rutan,” tutur Christy.
Sementara itu, peserta magang, Salihin, menilai kegiatan ini memberi pengalaman langsung yang berharga.
Ia juga memahami secara nyata proses pembinaan kemandirian di lingkungan Pemasyarakatan.
Selain itu, kegiatan ini memperkaya wawasan sekaligus memberikan gambaran konkret pemberdayaan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami mempelajari langsung proses pembinaan di lapangan,” jelas Salihin.
Lebih lanjut, Salihin melihat perubahan sikap dan semangat Warga Binaan selama mengikuti kegiatan.
Dengan demikian, pendekatan ini meningkatkan rasa percaya diri serta kesiapan kembali ke masyarakat.
“Ini bukan sekadar teori, tetapi praktik nyata pemberdayaan Warga Binaan secara positif,” tutur Salihin.
Di sisi lain, Warga Binaan, Asmadi, mengaku bersyukur terlibat dalam kegiatan bercocok tanam ini.
Selain mengisi waktu, ia juga mempelajari keterampilan baru yang berguna bagi masa depan.
Kemudian, ia merasakan peningkatan disiplin, tanggung jawab, dan semangat memperbaiki diri.
“Saya mengisi waktu dengan kegiatan positif sekaligus mendapatkan ilmu untuk digunakan setelah bebas,” ujar Asmadi.
Akhirnya, kegiatan ini diharapkan terus berkembang dan memberikan dampak lebih luas.
Dengan demikian, program ini mendorong Warga Binaan menjadi produktif, mandiri, dan siap kembali ke masyarakat.