Prabowo Evaluasi Haji 2026 dan Siapkan Peningkatan Layanan 2027
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 55

Sumber: BPMI Setpres (Dok. Istimewa)
BOGOR, PAStime News – Presiden Prabowo Subianto menerima Sekretaris dan Wakil Sekretaris Haji dan Umrah serta pimpinan DPR RI.
Selain itu, beberapa anggota Komisi VIII DPR RI juga hadir dalam pertemuan yang berlangsung di Hambalang, Rabu (17/6).
Diskusi tersebut membahas evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026 serta perbaikan layanan untuk jemaah Indonesia.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengungkapkan bahwa pelaksanaan haji 2026 berjalan dengan baik.
Namun, ia menyatakan bahwa beberapa aspek masih perlu di perbaiki untuk musim haji mendatang.
Irfan juga menyampaikan bahwa kerjasama antara pemerintah dan DPR RI melalui Tim Pengawas Haji berlangsung dengan baik.
Sehingga, berbagai masalah di lapangan dapat di atasi dengan cepat dan efektif.
“Alhamdulillah, hari ini saya dapat bertemu dengan DPR, dan saya merasa sangat senang karena Bapak Presiden memberikan penghargaan kepada penyelenggaraan haji tahun ini,” kata Irfan.
Lebih lanjut, Irfan menjelaskan bahwa kementeriannya berhasil menyelesaikan berbagai persiapan yang sebelumnya tertunda.
Hal ini penting, mengingat tahapan penyelenggaraan oleh Pemerintah Arab Saudi telah di mulai sejak Juni 2025.
Di sisi lain, percepatan dalam penerbitan visa menjadi salah satu pencapaian utama dalam penyelenggaraan haji 2026.
Selain itu, kartu Nusuk telah di distribusikan sejak di tanah air.
Dengan demikian, berbagai masalah seperti pemisahan keluarga dan masalah akomodasi dapat di minimalisir.
“Visa di keluarkan sekitar pertengahan Ramadan. Nusuk juga telah di bagikan di tanah air sehingga pelayanan bagi jemaah semakin baik,” tutur Irfan.
Selanjutnya, pemerintah mulai menerapkan kontrak layanan jangka panjang dengan penyedia jasa haji.
Oleh karena itu, di harapkan kualitas pelayanan dapat meningkat dan memberikan kepastian investasi bagi mitra penyedia layanan.
Di sisi lain, Presiden Prabowo memberikan beberapa arahan strategis untuk penyelenggaraan haji 2027.
Arahan tersebut mencakup perbaikan kualitas konsumsi, persiapan layanan yang lebih awal, serta peningkatan akomodasi bagi jemaah.
“Bapak Presiden menyampaikan saran untuk perbaikan layanan, termasuk makanan dan tempat tinggal yang lebih baik,” jelas Irfan.
Selain itu, Presiden menekankan pentingnya pengembangan Kampung Haji.
Menurut Irfan, konsep ini di harapkan dapat meningkatkan layanan serta menekan biaya haji.
“Beliau ingin agar Kampung Haji menjadi bagian dari upaya meningkatkan layanan sekaligus menekan biaya haji,” tambahnya.
Meskipun demikian, tantangan masih besar akibat fluktuasi nilai tukar, meningkatnya harga avtur, dan situasi global.
Sementara itu, Presiden juga menunjukkan perhatian khusus pada percepatan waktu tunggu keberangkatan haji.
Walaupun beberapa daerah menunjukkan perbaikan, Presiden meminta terobosan yang lebih signifikan.
“Tahun ini maksimal waktu tunggu adalah 26 tahun. Namun, Presiden masih ingin mencari cara agar bisa lebih cepat,” tutup Irfan.
Dengan demikian, arahan Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk menyediakan layanan haji yang berkualitas, terjangkau, dan semakin profesional bagi masyarakat Indonesia.
Sumber: BPMI Setpres/presidenri.go.id
- Penulis: Husni
