Panen Kangkung Lapas Saparua Keberhasilan Pembinaan Warga Binaan
- account_circle mamang
- calendar_month
- visibility 36

Lapas Kelas III Saparua sukses melaksanakan panen kangkung, mendukung ketahanan pangan dan pembinaan warga binaan. (Dok: Humas Lapas Saparua)
PAStime News, Saparua, 9 Oktober 2025 — Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional dan memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saparua, di bawah naungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, kembali melaksanakan kegiatan panen kangkung. Kegiatan panen ini melibatkan seluruh elemen Lapas.
Panen kangkung yang di laksanakan di area kebun Lapas ini bukan hanya mencerminkan hasil kerja keras warga binaan. Ini juga menjadi wujud nyata kolaborasi antara pimpinan, petugas pengamanan, staf pembinaan, dan seluruh pegawai. Kegiatan ini berlangsung tertib dan penuh antusiasme pada Kamis (09/10).
“Kami ingin membentuk karakter warga binaan yang produktif dan mandiri. Melalui kegiatan sederhana seperti menanam kangkung, mereka belajar arti kerja keras, kesabaran, dan tanggung jawab,” ujar Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot.
Pramuaji menjelaskan bahwa warga binaan telah mengelola lahan pertanian secara disiplin hingga menghasilkan panen kali ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan bercocok tanam menjadi bagian penting dalam pembinaan kepribadian, karena melalui kegiatan ini, petugas mendorong warga binaan untuk mengembangkan etos kerja dan rasa tanggung jawab.
Ia menambahkan, seluruh hasil panen di gunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas. Dengan demikian, program ini juga mendukung kemandirian pangan internal.
“Kami terus mendorong partisipasi aktif warga binaan. Hasil panen ini tidak hanya memberi manfaat pangan, tetapi juga menjadi media pembelajaran dan bekal keterampilan hidup setelah mereka kembali ke masyarakat,” lanjutnya.
Kepala Subseksi Pembinaan, Ellen D. Anakotta, menegaskan bahwa kegiatan pertanian di Lapas Saparua dijalankan dengan pendekatan sistematis, mulai dari penyemaian, pemeliharaan hingga masa panen. Program ini menjadi sarana agar warga binaan tidak hanya aktif secara fisik, tetapi juga mendapatkan keahlian baru yang positif dan aplikatif.
“Kami ingin warga binaan terbiasa bekerja secara disiplin dan memahami pentingnya kerja sama dalam setiap tahapan kegiatan,” ujar Ellen.
Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi atas keberhasilan Lapas Saparua dalam menjalankan program ketahanan pangan yang tidak hanya produktif tetapi juga edukatif.
“Kegiatan seperti ini mencerminkan semangat pembinaan yang produktif dan bermanfaat langsung bagi warga binaan. Ini harus menjadi inspirasi bagi seluruh UPT Pemasyarakatan di Maluku,” ungkap Ricky.
Melalui kegiatan panen kangkung ini, Lapas Saparua menegaskan komitmennya dalam mencetak warga binaan yang berdaya. Mereka siap kembali ke masyarakat dan memiliki bekal keterampilan nyata. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita Presiden dan 13 Program Akselerasi Kementerian Hukum dan HAM. Dukungan ini bertujuan membangun Lapas yang produktif, humanis, dan berkelanjutan.
- Penulis: mamang
