Ruang Tulis Humanis Perkuat Pembinaan Kepribadian Warga Binaan Lapas Tanjung
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 157

Ruang Tulis Humanis Perkuat Pembinaan Kepribadian Warga Binaan Lapas Tanjung (Dok. Istimewa)
Sebagai bagian pembinaan kepribadian berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Tanjung menghadirkan pendampingan ruang tulis guna memperkuat refleksi diri. Hal ini juga bertujuan menciptakan ketenangan batin, serta kesiapan mental Warga Binaan menuju reintegrasi sosial yang lebih bermakna.
TANJUNG, Pastime News — Pada hari Sabtu tanggal 7 Februari, Lapas Kelas IIB Tanjung melakukan pendampingan ruang tulis. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelatihan kepribadian berkelanjutan.
Selanjutnya, program tersebut di fokuskan sebagai sarana untuk menyampaikan pemikiran, renungan, serta harapan para Warga Binaan secara tertulis dan terarah.
Selanjutnya, kegiatan tersebut di laksanakan dengan melibatkan Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Yogiyan Noor, beserta staf dan peserta magang.
Sementara itu, warga binaan di beri kesempatan untuk menulis bebas dengan tema refleksi diri, perjalanan hidup, serta harapan masa depan.
Dalam penerapannya, pendekatan yang persuasif dan penuh perhatian terhadap manusia di gunakan agar suasana tetap rileks dan aman.
Menurut Yogiyan Noor, pendampingan bertujuan untuk memperkuat ekspresi diri dan semangat perubahan positif melalui tulisan.
Kami mendampingi warga binaan agar merasa nyaman dalam mengungkapkan perasaan mereka, sehingga tulisan bisa menjadi sarana untuk memperhatikan diri sendiri dan mendorong perubahan positif,” ujarnya.
Di sisi lain, salah satu peserta, Imis, merasa mendapatkan manfaat secara emosional dari kegiatan ruang tulis tersebut.
Dengan menulis, saya bisa menyampaikan perasaan yang tertahan, merasa lebih tenang, dan kembali percaya pada masa depan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Lapas Tanjung, Tri Joko Wiyono, mengatakan bahwa ruang tulis merupakan alat penting dalam membentuk kepribadian.
Menulis secara efektif membantu menyampaikan pikiran dan perasaan, sekaligus mendorong proses refleksi diri serta pembaruan kembali harapan dalam hidup,” kata dia.
Selain itu, Tri menekankan bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya fokus pada pengembangan keterampilan kerja, tetapi juga pada penguatan aspek mental dan emosional.
Ia menambahkan, ‘Kami ingin warga binaan memiliki ketenangan batin, rasa percaya diri, serta kesiapan mental ketika kembali bermasyarakat.'”
Oleh karena itu, Lapas Tanjung berkomitmen untuk memberikan pembinaan yang menyeluruh. Pembinaan ini mencakup aspek psikologis dan emosional.
Dengan demikian, bimbingan dalam ruang tulis di harapkan dapat meningkatkan kesadaran diri, memperkuat semangat harapan, serta membentuk kepribadian yang lebih baik.
- Penulis: Husni
