Langkah Konkret Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjung Memperkokoh Karakter Warga Binaan Lewat Penguatan Spiritual Rutin
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 21

Sumber: Lapas Tanjung (Dok. Istimewa)
TANJUNG, PAStime News — Langkah nyata pembinaan kepribadian berbasis keagamaan konsisten dijalankan oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjung.
Oleh karena itu, seluruh jajaran petugas beserta warga binaan berkumpul di Masjid At-Tawwabin untuk melangsungkan doa bersama.
Selain itu, rangkaian agenda keagamaan ini diisi dengan pembacaan Surah Yasin secara khusyuk pada Kamis (20/8).
Sebab, majelis kerohanian tersebut dirancang khusus sebagai ruang penempaan iman sekaligus peningkat ketakwaan bagi para penghuni.
Di samping itu, momen spiritual ini ditujukan untuk membangun suasana lapas yang religius, kondusif, serta penuh keharmonisan.
Sehubungan dengan hal tersebut, Kepala Lapas Kelas IIB Tanjung menegaskan krusialnya aspek spiritual dalam proses pencerahan perilaku.
Bahkan, beliau menyatakan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana introspeksi diri yang mendalam.
“Doa bersama dan pembacaan Surah Yasin ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang kami laksanakan secara berkelanjutan. Kami berharap Warga Binaan dapat mengambil nilai-nilai positif dari setiap kegiatan keagamaan dan menjadikannya sebagai bekal untuk memperbaiki diri,” ungkap Kalapas Tanjung, Tri Joko Wiyono.
Selanjutnya, kegiatan berdimensi spiritual ini berhasil mempererat jalinan kebersamaan antara petugas dan warga binaan secara humanis.
Oleh sebab itu, keikutsertaan para staf serta peserta magang makin mengoptimalkan ketertiban dan kebermanfaatan acara.
Sementara itu, respons penuh rasa syukur turut disampaikan oleh salah satu warga binaan yang hadir.
Kemudian, ia mengakui bahwa peribadatan bersama tersebut memberikan ketenangan batin sekaligus kesempatan mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Kami merasa bersyukur dapat mengikuti kegiatan seperti ini. Selain bisa bersama-sama membaca Surah Yasin dan berdoa, kami juga diingatkan untuk terus memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar salah seorang Warga Binaan, Taufik.
Akhirnya, melalui kontinuitas program kerohanian ini, Lapas Tanjung optimistis mampu mencetak perubahan karakter warga binaan secara substansial.
Pada akhirnya, pilar spiritual yang kokoh diharapkan menjadi bekal berharga saat mereka berintegrasi kembali dengan masyarakat.
- Penulis: Husni
