Sinergi Strategis Lapas Piru dan KPKNL Ambon Terkait Tata Kelola Aset Negara
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 20

Sumber: Lapas Piru (Dok. Istimewa)
PIRU, PAStime News – Selanjutnya, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Ambon melaksanakan peninjauan lapangan.
Langkah evaluasi ini difokuskan secara mendalam pada aset tanah Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Piru.
Secara spesifik, pengamatan mencakup lahan kios, area koperasi, serta kawasan rumah dinas Lapas Piru.
Oleh karena itu, peninjauan ini sangat menentukan efektivitas serta objektivitas pemanfaatan riil aset negara.
Selain itu, agenda ini merupakan bagian integral dari survei komprehensif Penilaian Barang Milik Negara.
Dengan demikian, tim penguji mengumpulkan data lapangan, memeriksa fisik, menganalisis lokasi, serta mengevaluasi pemanfaatan.
Akibatnya, audit ini menjadi pijakan dasar penetapan nilai sewa fair serta penertiban administrasi BMN.
Bahkan, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menguraikan keharusan transparansi dalam pengelolaan kekayaan negara.
Menanggapi agenda tersebut, Hery Kusbandono menyampaikan penyambutan positif dari pihak institusi:
“Kami menyambut baik pelaksanaan survei penilaian ini,” ujar Hery Kusbandono.
“Lapas Piru berkomitmen memastikan setiap aset negara dikelola secara tertib,” tambahnya.
“Selain itu, aset dimanfaatkan secara optimal guna mendukung tugas Pemasyarakatan,” pungkasnya.
Di samping itu, Pejabat Fungsional Penilai Ahli Muda KPKNL Ambon, Asdar Sahlin, turut memberikan pemaparan.
Asdar menegaskan peninjauan fisik sangat krusial demi memperoleh gambaran aktual objek penilaian.
“Data lapangan menjadi salah satu bahan penting dalam menentukan hasil penilaian,” jelas Asdar Sahlin.
“Karena itu, kami melakukan peninjauan langsung agar penilaian berjalan objektif,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi sekaligus Kasubsi Registrasi, Wikrama Jaya, menilai fasilitas tersebut amat membantu.
Menurutnya, keberadaan area kios serta koperasi mendukung kebutuhan operasional harian seluruh warga Lapas.
“Dengan penilaian ini, kami berharap pemanfaatan aset semakin tertata jelas,” kata Wikrama Jaya.
“Sehingga keberadaan kios dan koperasi memberi manfaat sesuai ketentuan BMN,” lanjutnya.
Akhirnya, Lapas Piru terus memperkuat tata kelola BMN yang profesional, transparan, serta akuntabel.
- Penulis: Husni
