Langkah Strategis Presiden Prabowo Subianto Memperkuat Konektivitas Ekonomi Indonesia dan Rusia di Eastern Economic Forum Ke-11 Vladivostok
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 22

Sumber: BPMI Setpres (Dok. Istimewa)
VLADIVOSTOK: RUSIA, PAStime News — Pada hari Kamis, 3 September 2026, Presiden Prabowo Subianto resmi menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11.
Acara penting ini diselenggarakan di Far Eastern Federal University, Vladivostok, kawasan Federasi Rusia.
Secara khusus, Kepala Negara hadir langsung sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Presiden Vladimir Putin.
Sementara itu, forum ekonomi ini berlangsung dinamis sejak tanggal 1 hingga 4 September 2026.
Adapun agenda besar ini mengusung tema utama “The Far East: Development for the Benefit of the People”.
Oleh karena itu, forum ini sukses mempertemukan berbagai pejabat pemerintah, pemimpin bisnis, serta para ahli internasional.
Sebelumnya, Presiden Putin bertindak membuka acara dengan menyampaikan pidato sambutan hangat secara resmi.
Selanjutnya, Presiden Prabowo menyampaikan pidato utamanya sebagai bentuk kehormatan diplomasi tertinggi.
Kemudian, forum bergengsi tersebut dilanjutkan dengan penyampaian pandangan diplomasi dari tiga pemimpin negara mitra.
Di samping itu, hadir pula Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral dalam menyampaikan pandangannya.
Tambahan pula, Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw turut memaparkan perspektif strategisnya dalam pertemuan ini.
Serta Wakil Perdana Menteri RRT Ding Xuexian ikut menguraikan ide-ide pembangunan kawasan terpadu.
Dalam pada itu, Presiden Putin menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran seluruh delegasi dunia.
Apalagi, ia menekankan peran vital kawasan Asia-Pasifik bagi pertumbuhan ekonomi global modern.
Kutipan Presiden Vladimir Putin:
“Kawasan Asia-Pasifik, yang merupakan pusat pertumbuhan yang kuat dan menentukan laju pembangunan bagi seluruh perekonomian global.”
Lebih lanjut, Rusia terbukti sangat aktif membangun kemitraan investasi serta perdagangan regional secara setara.
Kutipan Presiden Vladimir Putin:
“Arah strategis kami adalah menjadikan Timur Jauh sebagai wilayah kerja sama dan perubahan dinamis di bidang ekonomi dan infrastruktur, dalam pengembangan teknologi dan pelatihan tenaga kerja, dan tentu saja di bidang sosial.”
Awalnya, Presiden Prabowo mengawali pidatonya dengan menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada pihak Rusia.
Bahkan, beliau mengungkapkan bahwa diplomasi ini merupakan kunjungan keduanya sepanjang tahun 2026.
Kutipan Presiden Prabowo Subianto:
“Saya berharap dapat membalas keramahan yang diberikan Rusia kepada saya dan menyambut Presiden Putin serta banyak dari Anda di Indonesia.”
Di samping itu, Presiden Prabowo memaparkan pentingnya membangun jembatan ekonomi strategis bersama Eurasian Economic Union (EAEU).
Kutipan Presiden Prabowo Subianto:
“Indonesia, yang terletak di antara Samudra Hindia dan Pasifik, berupaya membangun jembatan yang lebih kuat ke Timur Jauh Rusia dan ke Uni Ekonomi Eurasia.”
Meskipun demikian, tantangan geografis wilayah luas tidak menghalangi niat kerja sama antar kedua negara.
Sebab, jarak antara Vladivostok dan Indonesia bukanlah penghambat hubungan diplomatik yang sangat erat.
Kutipan Presiden Prabowo Subianto:
“Samudra Pasifik tidak memisahkan kita. Samudra Pasifik menghubungkan kita. Ia bukanlah tembok di antara kita. Ia harus menjadi jalan raya antara dua perekonomian kita.”
Akhirnya, Indonesia menegaskan kawasan Pasifik sebagai ruang strategis untuk memperluas pertumbuhan perdagangan global.
Sumber: BPMI Setpres/presidenri.go.id
- Penulis: Husni
