Presiden Prabowo Dorong Inovasi Sains dan Industri Nasional
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 85

Sumber: BPMI Setpres (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News – Presiden Prabowo Subianto menekankan peran vital akademisi dan peneliti dalam mendorong inovasi nasional. Pernyataan ini di sampaikan saat membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center, Jumat (26/6).
Presiden menyatakan bahwa tantangan strategis yang masih di hadapi Indonesia memerlukan solusi berbasis sains dan teknologi. Untuk itu, pemerintah terus menjalin komunikasi intensif dengan para ilmuwan dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di tanah air.
Dialog tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat kolaborasi, tetapi juga mencari terobosan bagi kebutuhan sektor-sektor krusial nasional.
“Saya sudah berkali-kali mendatangi kampus. Saya datang langsung, meminta orang-orang terpintar, bertanya pada Pak Brian, bertanya pada Profesor Sigit,” ujarnya.
“Saya tanyakan kepada para profesor IPB: mengapa kita belum bisa menghasilkan benih gandum sendiri? Mengapa masih harus mengimpor?” lanjutnya.
Presiden juga mengangkat isu produktivitas kelapa sawit serta kemampuan Indonesia merancang dan memproduksi mobil secara mandiri. Di tengah tantangan tersebut, ia melihat potensi besar anak bangsa dalam menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan nasional.
Salah satu buktinya, kata dia, adalah kemajuan dalam pengembangan mobil nasional.
“Saya sangat bersyukur, kita mulai bergerak menuju punya mobil sendiri. Terima kasih,” ucapnya.
“Ada satu kepuasan mendalam dalam hati saya. Saat dilantik, saya pulang dari acara pelantikan dengan menumpang mobil buatan anak negeri,” tambahnya.
Meski begitu, Presiden mengakui bahwa setiap inovasi masih memerlukan penyempurnaan terus-menerus.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendukung pengembangan teknologi dan industri dalam negeri.
Langkah ini di harapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.
Menutup pidatonya, Presiden menegaskan,
“Tidak masalah jika belum sempurna. Yang penting kita mulai. Kita harus berani memulai. Kita adalah negara terbesar keempat di dunia, dengan kekayaan yang luar biasa.”
Sumber: BPMI Setpres/presidenri.go.id
- Penulis: Husni
