Penguatan Ekosistem Kesehatan Ibu Kota: Gubernur Pramono Anung Resmi Mengoperasikan Rumah Sakit Tria Dipa Jakarta Selatan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 48

Sumber: Pemprov DKI Jakarta (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi meresmikan operasional penuh Rumah Sakit Tria Dipa (RSTD).
Selanjutnya, fasilitas medis ini berlokasi strategis di Jalan KH Guru Amin, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.
Oleh karena itu, kehadiran RSTD dinilai sangat krusial dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan masyarakat.
Selain itu, integrasi ini memperkokoh jejaring rujukan medis di seluruh wilayah Jakarta.
Mengenai hal tersebut, Gubernur Pramono Anung menegaskan:
“Dengan fasilitas yang memadai serta layanan unggulan di bidang uronefrologi dan jantung strata madya, RSTD menjadi bagian dari penguatan jejaring pelayanan kesehatan, khususnya dalam layanan kegawatdaruratan, critical care, serta sistem rujukan di Jakarta.”
Secara historis, RSTD telah berdiri kukuh sejak tahun 2008 silam.
Kendati demikian, transformasi besar terjadi pada Januari 2023 di bawah manajemen Anak Bangsa.
Hasilnya, kini rumah sakit tersebut telah aktif melayani seluruh peserta BPJS Kesehatan.
Bahkan, RSTD menyediakan kapasitas total hingga 100 tempat tidur perawatan.
Secara rinci, daya tampung meliputi enam ruang ICU, dua NICU, dan dua PICU.
Di samping itu, penanganan medis didukung penuh oleh 67 dokter spesialis profesional.
Adapun layanan unggulannya mencakup urologi, kardiologi, bedah plastik, estetika, MCU, hingga endoskopi diagnostik.
Lebih lanjut, Gubernur Pramono Anung memaparkan peta kekuatan medis ibu kota:
“Saat ini, Jakarta memiliki 196 rumah sakit yang terdiri atas rumah sakit daerah, rumah sakit vertikal, rumah sakit milik kementerian atau lembaga, rumah sakit TNI dan Polri, serta rumah sakit swasta. Keberadaan RSTD diharapkan semakin memperkuat ekosistem pelayanan kesehatan dan sistem rujukan di Jakarta.”
Di sisi lain, Direktur PT Tria Dipa Medika, Sukmo Hadi Nugroho, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah.
Sebab, Gubernur telah memberikan izin pelebaran akses masuk-keluar area rumah sakit.
Terkait kondisi akses jalan tersebut, Sukmo Hadi Nugroho menjelaskan:
“Bila sebelumnya akses hanya selebar enam meter, dengan kondisi jalan dari Pasar Minggu ke arah Pancoran maupun sebaliknya yang begitu padat setiap hari, hal-hal yang membutuhkan penanganan darurat akan menyulitkan kami dalam menangani pasien.”
Oleh sebab itu, perbaikan infrastruktur jalan ini membawa dampak langsung bagi keselamatan jiwa pasien.
Akibatnya, respons penanganan darurat kini dapat dilakukan jauh lebih cepat dan presisi.
Mengenai efektivitas fasilitas baru tersebut, Sukmo Hadi Nugroho menambahkan:
“Tentu pelebaran akses ini akan dapat menyelamatkan banyak jiwa dalam keadaan darurat dan lebih banyak pasien yang dapat ditangani tepat waktu. Peralatan kami juga sangat mendukung layanan unggulan yang kami miliki.”
Akhirnya, sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan mutu serta kecepatan layanan kesehatan warga Jakarta secara berkelanjutan.
Sumber: Pemprov DKI Jakarta/jakarta.go.id
- Penulis: Husni
