Presiden Prabowo Subianto Tinjau Penanganan Karhutla di Riau Guna Memastikan Pemadaman Tuntas dan Penguatan Sistem Pencegahan Permanen
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 23

Sumber: BPMI Setpres (Do,k. Istimewa)
PEKANBARU, PAStime News — Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Pekanbaru, Riau.
Oleh karena itu, penanganan karhutla ditinjau secara langsung.
Selanjutnya, langkah ini membuktikan komitmen tuntas Kepala Negara.
Akibatnya, upaya pencegahan kebakaran hutan akan ditingkatkan secara berkesinambungan.
Selain itu, kunjungan kerja ini melengkapi pemantauan sebelumnya di Kalimantan.
Lebih lanjut, kondisi aktual di lapangan menjadi fokus utama.
Dengan demikian, seluruh kebijakan dapat diesekusi secara akurat.
Pada akhirnya, penanganan bencana kebakaran berjalan jauh lebih efektif.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan keterangan resminya.
Menurutnya, Presiden turun langsung untuk memastikan pemadaman.
Secara spesifik, Seskab Teddy menegaskan:
“Bapak Presiden ingin memastikan penanganan berjalan sampai tuntas, tidak hanya menerima laporan…”
“…tetapi melihat dan mendengar langsung sendiri kondisi di lapangan, memastikan titik api benar-benar padam…”
“…dan seluruh keputusan yang telah diambil dilaksanakan dengan cepat, terpadu, dan tepat,” ujar Seskab Teddy.
Di samping itu, Kepala Negara menekankan pentingnya sinergi instansi daerah.
Oleh sebab itu, Gubernur, Pangdam, dan Kapolda wajib padu.
Hasilnya, sistem pencegahan permanen harus segera dibangun.
Bahkan, langkah ini krusial agar persoalan serupa tidak berulang setiap kemarau.
Tambahan pula, Seskab Teddy kembali menggarisbawahi arahan tegas Presiden.
Menurutnya, pencegahan wajib dilakukan sebelum api muncul.
Secara langsung, Seskab Teddy menyampaikan:
“Arahan Bapak Presiden sudah jelas, bahwa kita tidak boleh setiap tahun hanya sibuk memadamkan api.”
“Sistem pencegahannya harus diperkuat. Mulai dari sumur bor dan embung atau sumber air, pengawasan permanen…”
“…deteksi dini hotspot, hingga kesiapan desa-desa rawan Karhutla. Pencegahan harus dilakukan jauh sebelum api muncul,” kata Seskab Teddy.
Secara bersamaan, sejumlah pejabat tinggi negara turut mendampingi Presiden.
Khususnya, Mensesneg Prasetyo Hadi dan Mendagri Tito Karnavian hadir.
Lebih jauh lagi, Seskab Teddy Indra Wijaya serta Kepala BIN Muhammad Herindra ikut serta dalam peninjauan lokasi tersebut.
Singkatnya, pemerintah akan menggelar evaluasi komprehensif terkait penyebab kebakaran.
Kesimpulannya, pengawasan ketat akan diberlakukan.
Akhirnya, penegakan hukum tegas disiapkan bagi pelanggar aturan.
Oleh karena itu, sanksi hukum diambil tanpa ragu sesuai ketentuan.
Sumber: BPMI Setpres/presidenri.go.id
- Penulis: Husni
