Rutan Majene Optimalkan Literasi Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 152

Rutan Majene Optimalkan Literasi Warga Binaan (Dok. Istimewa)
MAJENE, PAStime News – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Majene memaksimalkan layanan perpustakaan untuk Warga Binaan, Rabu (25/2).
Langkah ini sekaligus memperkuat pembentukan kepribadian dan memperluas pengetahuan serta wawasan.
Dengan demikian, ruang yang terbatas tidak menghalangi seseorang untuk mengakses literasi.
Selain itu, warga binaan menggunakan waktu luang mereka untuk membaca dengan serius.
Kegiatan tersebut berjalan di bawah pengawasan petugas serta peserta magang.
Oleh karena itu, perpustakaan berperan sebagai alat untuk menggambarkan diri sendiri.
Sementara itu, petugas pengawas, Imam, menyoroti semangat dan antusiasme warga binaan.
Ia mengatakan,
Melihat orang-orang yang dulu jarang membaca buku, kini justru menjadi pembaca yang aktif, ini menunjukkan adanya perubahan perilaku yang sedang terjadi di sini.”
Lebih lanjut, banyak warga meminta nasihat mengenai buku yang berisi keterampilan praktis.
Di sisi lain, salah satu warga binaan, Wahyudi, merasakan manfaat langsung.
Ia mengatakan,
Membaca buku membantu saya lupa sementara akan hukuman di sini dan memberi harapan baru melalui ilmu yang saya pelajari.”
Selain itu, dia juga mengatakan,
Pada awalnya, saya memang tidak memiliki kemampuan apa-apa.”
Sekarang saya sudah memiliki catatan dan rencana untuk membuka usaha kecil-kecilan di kampung nanti. Perpustakaan ini memberi saya harapan bahwa hidup saya masih bisa terus berjalan.
Secara terpisah, Kepala Rutan Majene, Christy Jozef Thenu, menegaskan peran yang sangat penting dari perpustakaan.
Ia menjelaskan,
Kami ingin membuat perpustakaan menjadi tempat belajar seumur hidup.”
Dengan membaca, warga binaan bisa menggunakan waktu dengan cara yang positif, mengurangi perasaan stres, serta mendapatkan keterampilan baru yang akan berguna ketika mereka sudah bebas.
Ia menambahkan,
Membaca buku merupakan cara paling efektif bagi mereka untuk melewati pembatasan di dalam Rutan.”
Dengan membaca, wawasan mereka tetap terbuka, stres berkurang, dan mereka memiliki kemampuan nyata yang bisa di gunakan di masa depan.
Program ini kemudian menjadi bagian dari pembinaan rutin untuk meningkatkan kemampuan intelektual.
Sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, negara menjamin akses literasi bagi masyarakat.
Oleh karena itu, literasi merupakan hak yang harus di miliki setiap Warga Binaan selama menjalani hukuman pidana.
Akhirnya, berkat komitmen yang konsisten dalam menjalankan program, Rutan Majene berjanji untuk menciptakan suasana pemasyarakatan yang bermanfaat dan mampu memberdayakan.
- Penulis: Husni
