Langkah Strategis Kementerian Ekonomi Kreatif Indonesia Dorong Akses Pasar Industri Musik Nasional dan Taiwan ke Tingkat Global
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 27

Sumber: Ekraf (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News — Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) secara resmi mendukung penguatan sinergi industri musik antara Indonesia dan Taiwan melalui agenda Taiwan Beats.
Oleh karena itu, forum Taiwan Beats in Jakarta hadir sebagai platform strategis untuk membuka ruang pertukaran talenta kreatif antarnegara.
Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memperluas akses pasar karya musik lokal hingga menembus ranah internasional.
Selanjutnya, Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar, menyampaikan secara langsung pandangannya saat memberikan sambutan resmi dalam seminar di MINQ Jakarta.
“Musik memiliki kekuatan untuk mempertemukan manusia, budaya, dan bangsa. Karena itu, Taiwan Beats in Jakarta bukan hanya sebuah kegiatan musik, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Taiwan melalui ekonomi kreatif,” ujar Wamen Ekraf, Irene Umar.
Di samping itu, Indonesia dinilai memiliki kekayaan potensi talenta serta ekosistem komunitas kreatif yang saat ini terus tumbuh pesat.
Sementara itu, Taiwan membawa keunggulan berupa ekosistem industri budaya yang dinamis dan ditopang oleh pengalaman pengembangan yang sangat matang.
Oleh sebab itu, perjumpaan kedua potensi ini diharapkan mampu memicu lahirnya berbagai karya kolaboratif baru yang bernilai tinggi.
Sebagai informasi, Taiwan Beats diinisiasi oleh Bureau of Audiovisual and Music Industry Development (BAMID) bersama Taiwan Creative Content Agency (TAICCA).
Kemudian, Rangkaian kegiatan tersebut diselenggarakan secara maraton di Jakarta dan Bali sejak tanggal 21 hingga 25 Agustus 2026.
Lebih lanjut, agenda ini diisi dengan sesi business matching, seminar bisnis, kunjungan industri, hingga pertunjukan showcase musik.
Bahkan, sinergi dengan LaLaLa Fest 2026 berhasil mengubah fungsi festival hiburan menjadi platform bisnis business-to-business (B2B) yang efektif.
Hasilnya, sekitar 50 delegasi industri musik Taiwan dapat berjejaring secara langsung dengan para pelaku industri musik Tanah Air.
Oleh karena itu, langkah tersebut sejalan dengan visi Kementerian Ekraf dalam mentransformasi festival musik menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.
Dengan demikian, ajang ini tidak sekadar menjadi hiburan publik, tetapi juga membuka peluang penetrasi pasar global secara signifikan.
“Dalam ekonomi kreatif, kita ingin memastikan kreativitas tidak berhenti pada sebuah karya, tetapi dapat berkembang menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan. Musisi dan pelaku kreatif harus memiliki kesempatan untuk memperluas pasar, membangun jejaring internasional, mengembangkan kekayaan intelektual, serta memperoleh manfaat ekonomi yang semakin besar dari karya mereka,” ungkap Irene.
Akhirnya, Kementerian Ekraf menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan ekosistem industri musik nasional secara konsisten dan berkesinambungan.
Pada akhirnya, kerja sama ini diproyeksikan berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang menguntungkan bagi para pelaku kreatif kedua negara.
Sumber: Ekraf/ekraf.go.id
- Penulis: Husni
