BI Targetkan Ekspansi QRIS 2026, Dorong Transaksi Digital Nasional hingga Level Global
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 8

BI Targetkan Ekspansi QRIS 2026, Dorong Transaksi Digital Nasional hingga Level Global (Dok. Indonesia)
JAKARTA, Pastime News – Bank Indonesia menargetkan pengembangan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS hingga 2026.
Kebijakan ini juga menegaskan komitmen BI untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital secara inklusif di Indonesia.
Bank Indonesia menetapkan sasaran ambisius pengembangan QRIS pada 2026 melalui peningkatan transaksi, pengguna, merchant, serta ekspansi lintas negara secara terintegrasi dan berkelanjutan
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menetapkan target transaksi QRIS mencapai 17 miliar dalam tahun 2026.
Selain itu, BI juga berencana mengembangkan QRIS antarnegara hingga delapan negara mitra strategis.
Selain menargetkan transaksi, BI juga mendorong peningkatan jumlah merchant QRIS hingga 45 juta unit secara nasional.
Sementara itu, jumlah pengguna QRIS ditargetkan mencapai 60 juta pada tahun yang sama.
Filianingsih Hendarta menyampaikan tema pengembangan QRIS 2026 dengan semangat kemerdekaan, di wujudkan dalam angka target 17-8-45.
Pernyataan tersebut di sampaikannya melalui unggahan resmi Instagram Bank Indonesia, Senin (5/1/2026).
Lebih lanjut, Filianingsih menjelaskan bahwa target 2026 di rancang berdasarkan hasil positif penggunaan QRIS sepanjang tahun 2025.
Oleh karena itu, BI menilai bahwa fondasi pertumbuhan sistem pembayaran digital sudah kuat terbentuk.
Pada 2025, jumlah pengguna QRIS mencapai 59 juta, sehingga melebihi target sebelumnya sebanyak 58 juta pengguna.
Selain itu, volume transaksi naik drastis hingga mencapai 13,66 miliar transaksi secara nasional.
Jika di bandingkan, capaian tersebut jauh lebih besar dari target awal sebesar 6,5 miliar transaksi.
Di sisi lain, jumlah merchant QRIS telah mencapai 42 juta unit usaha aktif.
Lebih penting lagi, sekitar 90 persen dari merchant QRIS berasal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.
Oleh karena itu, BI menilai QRIS sangat efektif dalam mendorong inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi digital nasional.
- Penulis: Husni
