Bidik Paralimpiade 2028, NPC Indonesia dan Kemenpora Perkuat Regenerasi Atlet Nasional
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 145

Wakil Sekjen National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Rima Ferdianto memberikan keterangan persiapan Indonesia hadapi Asian Para Games China, di NPC Indonesia di Solo, Minggu (7/10/2023). Sumber Foto : ANTARA
PAStime News, JAKARTA – Program regenerasi atlet yang dijalankan Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (National Paralympic Committee/NPC Indonesia) yang disinergikan dengan program pemusatan latihan nasional jangka panjang Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dinilai menjadi modal utama dalam menatap Paralimpiade 2028.
Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto, menegaskan bahwa kolaborasi tersebut menjadi fondasi pembinaan atlet secara berjenjang, mulai dari usia dini hingga level elite internasional.
“Program pencarian bibit atlet dari NPC dan program jangka panjang dari Kemenpora kami padukan untuk memproyeksikan atlet menuju Paralimpiade 2028,” ujar Rima dalam konferensi pers yang dipantau secara daring di Jakarta, Sabtu.
Rima menjelaskan, melalui Program Regenerasi 2025, NPC Indonesia telah menjaring sekitar 3.000 bibit atlet remaja dari 35 provinsi di seluruh Indonesia. Ribuan bibit atlet tersebut kemudian diseleksi secara ketat untuk mengidentifikasi atlet dengan potensi unggulan.
“Dari 35 provinsi, kami berhasil mendapatkan sekitar 3.000 bibit atlet remaja. Mereka kemudian dipetakan sesuai potensi dan cabang olahraga,” ungkapnya.
Menurut Rima, atlet yang masuk kategori sangat berbakat akan langsung diproyeksikan ke level kompetisi yang lebih tinggi, termasuk Asian Para Games. Ia mencontohkan hasil konkret dari integrasi program tersebut, salah satunya atlet angkat berat yang baru bergabung dalam pemusatan latihan nasional pada Desember lalu namun mampu langsung menyumbangkan medali emas pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand.
“Ini menjadi bukti bahwa regenerasi yang terencana dan berkelanjutan dapat mempercepat lahirnya atlet berprestasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rima menekankan bahwa penggabungan program NPC dan Kemenpora juga bertujuan mempercepat proses regenerasi atlet nasional, terutama untuk menyiapkan pengganti atlet senior yang mendekati akhir masa kompetitif.
Ke depan, NPC Indonesia akan memprioritaskan atlet yang berstatus berpotensi medali di Asian Para Games dan Paralimpiade untuk mendapatkan pembinaan lanjutan melalui pemusatan latihan nasional berkelanjutan.
Sementara itu, ASEAN Para Games tetap ditempatkan sebagai tahap awal pembinaan internasional bagi atlet muda Indonesia.
“ASEAN Para Games menjadi level awal para games di Asia Tenggara yang kami jadikan batu loncatan untuk prestasi yang lebih tinggi,” kata Rima.
Berdasarkan data hingga hari ketiga penyelenggaraan ASEAN Para Games 2025 per 23 Januari 2026, kontingen Indonesia telah mengoleksi 69 medali emas, 76 perak, dan 69 perunggu. Ajang tersebut masih menyisakan dua hari pertandingan dengan total 205 nomor yang diikuti atlet Indonesia hingga penutupan.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
