Direktur Operasional PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Eddy Prastyo, mengatakan bahwa Jakarta Parade tahun ini di rancang sebagai hiburan edukatif yang menggabungkan unsur sejarah, budaya, dan seni pertunjukan.
“Jakarta Parade merupakan agenda tahunan hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dan Ancol. Tahun ini, acara di gelar sekaligus untuk memperingati Hari Pahlawan,” ujar Eddy di lokasi acara.
Sebanyak 12 mobil hias di pamerkan dalam parade kali ini, masing-masing mengusung tema perjuangan bangsa Indonesia. Mobil-mobil tersebut di lengkapi tarian, musik, dan peragawan yang mengenakan kostum era perjuangan.
Parade ini di ikuti sekitar 1.000 peserta, mulai dari perwakilan Pemprov DKI, komunitas seni dan budaya, hingga tim kreatif Ancol.
Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya kawasan Ancol sejak pagi. Ribuan warga datang bersama keluarga untuk menyaksikan parade dan menikmati hiburan tambahan berupa konser musik yang menghadirkan musisi lintas genre seperti Payung Teduh, Souljah, dan Namo Budaya.
“Ini kesekian kalinya kami berkolaborasi dengan Pemprov DKI untuk menyajikan hiburan bagi warga. Tahun ini seluruh konten di sesuaikan dengan tema Hari Pahlawan,” tambah Eddy.
Pemprov DKI dan pihak Ancol berharap kegiatan ini tak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi momen untuk meningkatkan semangat masyarakat dalam mengenang jasa para pahlawan.
Salah satu pengunjung, Feri (35), mengaku senang dapat menyaksikan langsung Jakarta Parade 2025. Ia menilai acara ini menjadi sarana belajar sejarah bagi anak-anak.
“Parade Jakarta 2025 sangat bagus. Karena acara ini, saya dan keluarga jadi mengetahui bagaimana budaya dan sejarah Jakarta. Ini sangat bagus untuk belajar anak-anak,” ujarnya.
Feri juga menyebut momen Hari Pahlawan semakin terasa dengan adanya parade bertema perjuangan, yang membuat masyarakat kembali mengenal sejarah pahlawan yang pernah berjuang di Jakarta.

