Pemerintah secara resmi menurunkan biaya haji tahun 2026. Kebijakan ini di umumkan dalam rapat kerja di Istana Kepresidenan Jakarta. Selain itu, keputusan ini menunjukkan komitmen kuat terhadap perlindungan masyarakat.
Selanjutnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa biaya haji berhasil di tekan sekitar Rp 2 juta. Meskipun demikian, harga avtur justru mengalami kenaikan. Oleh karena itu, kebijakan ini di nilai strategis dan pro-rakyat.
“Kita pastikan bahwa biaya haji tahun 2026 kita turunkan harganya sekitar Rp 2 juta walaupun harga avtur naik.”
“Namun demikian, kita tetap berani menurunkan biaya haji untuk tahun ini.”
Lebih lanjut, pemerintah bersama DPR telah menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 sebesar Rp 87,4 juta. Sebagai perbandingan, biaya tahun 2025 mencapai Rp 89,4 juta. Dengan demikian, terjadi penurunan signifikan yang memberi dampak langsung bagi jemaah.
Selain itu, pemerintah terus berupaya mengurangi masa antrean haji nasional. Kini, antrean terpanjang tidak lagi mencapai 48 tahun. Sebaliknya, antrean maksimal berhasil di tekan menjadi 26 tahun mulai 2026.
“Kita sekarang berjuang, alhamdulillah antrean haji tidak lagi 48 tahun.”
“Mulai 2026 antrean paling lama 26 tahun dan akan terus di persingkat.”
Di sisi lain, pemerintah juga mencatat pencapaian penting terkait fasilitas haji di Arab Saudi. Indonesia telah memperoleh lahan di Makkah untuk pembangunan kampung haji. Oleh sebab itu, langkah ini menjadi tonggak sejarah baru bagi pelayanan jemaah.
Selanjutnya, pemerintah juga mengajukan pembangunan terminal khusus haji untuk Indonesia. Rencana ini telah mendapatkan persetujuan prinsip dari Kerajaan Arab Saudi. Dengan demikian, proses keberangkatan dan kepulangan jemaah akan menjadi lebih cepat dan efisien.
“Saya sudah mengajukan dan secara prinsip di setujui untuk memiliki terminal khusus haji.”
“Nantinya, terminal tersebut akan mempercepat proses masuk dan keluar jemaah Indonesia.”
Sebagai penutup, pemerintah menegaskan komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji. Oleh karena itu, berbagai kebijakan strategis akan terus di optimalkan demi kenyamanan jemaah Indonesia.